Cari Blog Ini

Memuat...

Jumat, 04 Februari 2011

SAP kOLOSTOMI

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


A.    Topik
Perawatan Kolostomi

B.   Tujuan

a.      Tujuan Umum
Setelah mendapatkan penyuluhan selama 40 menit tentang perawatan kolostomi diharapkan peserta penyuluhan mampu memahami tentang perawatan kolostomi.
b.      Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan tentang perawatan kolostomi, peserta penyuluhan diharapkan mampu :
1. Menjelaskan pengertian/ definisi kolostomi
2. Menjelaskan jenis-jenis kolostomi
3. Menjelaskan perawatan kolostomi
a. Menjelaskan perawatan kulit
b. Menjelaskan penanganan kantong drainase
4. Menjelaskan proses irigasi kolostomi

C.    Sasaran
1.      Primer
Ibu Dina klien yang tinggal di Desa Garung Rt 04/04, Garung Wonosobo
2.      Sekunder
Anggota keluarga klien Ibu Dina
3.      Tersier
Anggota keluarga lain yang tinggal disekitar rumah Ibu Dina

D.    Tempat
Rumah Ibu Dina Desa Garung Rt 04/04, Garung Wonosobo



E.     Waktu
( 40 menit ), Hari Sabtu 26 November 2010 jam 10.00 – 10.40 WIB
No
Kegiatan
Penyuluhan
Peserta
Waktu
1
Pembukaan
-      Mengucapkan salam
-      Memperkenalkan diri
-      Menyampaikan maksud dan tujuan
-      Membagi leaflet
-      Menjawab salam



-      Menerima leaflet
5 menit
2










Isi










-      Menjelaskan pengertian/ definisi kolostomi
-      Menjelaskan jenis-jenis kolostomi
-      Menjelaskan perwatan kolostomi
a.       Menjelaskan perawatan kulit
b.      Menjelaskan penanganan kantong drainase
-      Menjelaskan proses irigasi kolostomi
-      Memperhatikan

-      Memperhatikan
-      Memperhatikan
-      Memperhatikan

-      Memperhatikan

-      Memperhatikan
20 menit
3
Evaluasi
-      Evaluasi memberikan pertanyaan pada pasien

-      Menjawab pertanyaan

10 menit
4
Penutup
-      Membuat kesimpulan
-      Salam penutup
-      Memperhatikan
-      Menjawab salam
5 menit

F.     Materi

Terlampir


G.    Metode
a.       Ceramah
b.      Tanya jawab

H.    Media

a.       Lembar balik

b.      Leaflet

I.       Evaluasi

Setelah dilakukan penyuluhan selama 40 menit, klien dapat :
1. Menjelaskan pengertian/ definisi kolostomi
2. Menjelaskan jenis-jenis kolostomi
3. Menjelaskan perawatan kolostomi
a. Menjelaskan perawatan kulit
b. Menjelaskan penanganan kantong drainase
4. Menjelaskan proses irigasi kolostomi

Lampiran 1


KOLOSTOMI

A.    Definisi
Colostomi adalah  suatu operasi untuk membentuk suatu hubungan buatan antara colon dengan permukaan kulit pada dinding perut. Hubungan ini dapat bersifat sementara atau menetap selamanya. (llmu Bedah, Thiodorer Schrock, MD, 1983).
Colostomi adalah lubang yang dibuat melalui dinding abdomen ke dalam kolon iliaka untuk mengeluarkan feses (Evelyn, 1991, Pearce, 1993)
Colostomi adalah  pembuatan lubang sementara atau permanen dari usus besar melalui dinding perut untuk mengeluarkan feses (Randy, 1987).
Colostomi dapat berupa secostomy, colostomy transversum, colostomy sigmoid, sedangkan colon accendens dan descendens sangat jarang dipergunakan untuk membuat colostomy karena kedua bagian tersebut terfixir retroperitoneal.

B.     JENIS-JENIS KOLOSTOMI
Kolostomi dibuat berdasarkan indikasi dan tujuan tertentu, sehingga jenisnya ada beberapa macam tergantung dari kebutuhan pasien. Kolostomi dapat dibuat secara permanen maupun sementara.
a.   Kolostomi Permanen                     
Pembuatan kolostomi permanen biasanya dilakukan apabila pasien sudah tidak memungkinkan untuk defekasi secara normal karena adanya keganasan, perlengketan, atau pengangkatan kolon sigmoid atau rectum sehingga tidak memungkinkan feses melalui anus. Kolostomi permanen biasanya berupa kolostomi single barrel ( dengan satu ujung lubang).
Indikasi colostomy yang permanen terjadi pada penyakit usus yang ganas seperti carsinoma pada usus. Kondisi infeksi tertentu pada colon.

b. Kolostomi temporer/ sementara
Pembuatan kolostomi biasanya untuk tujuan dekompresi kolon atau untuk mengalirkan feses sementara dan kemudian kolon akan dikembalikan seperti semula dan abdomen ditutup kembali. Kolostomi temporer ini mempunyai dua ujung lubang yang dikeluarkan melalui abdomen yang disebut kolostomi double barrel.

C.    PERAWATAN KOLOSTOMI
1.      Pengertian
Membersihkan stoma kolostomi, kulit sekitar stoma , dan mengganti kantong kolostomi secara berkala sesuai kebutuhan.
2.      Tujuan
-          Menjaga kebersihan pasien
-          Mencegah terjadinya infeksi
-          Mencegah iritasi kulit sekitar stoma
-           Mempertahankan kenyamanan pasien dan lingkungannya

a.      Perawatan Kulit
Perlindungan sekitar kolostomi adalah bagian yang sangat pentig dari perawatan kolostomi, bila kulit disekitar  kolostomi teriiritasi (berwarna merah ataupun basa). Membantu menyembuhkan area tersebut secepat mungkin menjadi suatu hal yang sangat penting. Mencuci area tersebut dengan sabun ringan, membersikan barier protektif disekitar stoma, dan mengamankan dengan menggunakan kantong drainase.


ΓΌ  Langkah-langkah membersihkan area kolostomi :
-          Kulit dibersihkan dengan perlahan menggunakan sabun ringan, dan washlap lembab dengan lembut, adanya kelebihan barier kulit dibersihkan.
-          Bila idak mengguanakan kantong, petrolatum (vaseline) diberikan diatas salep
guna agar menjaga popok tidak lengket dengan salep.
-          Bila feses menempel pada kulit sekitar ostomi, bersihkan feses dan petrolatum tetapi pertahankan agar salep barier tetap menempela pada kulit.

b.      Penanganan kantong drainase
Kantong drainase akan tetap utuh untuk periode waktu yang berbeda. Kantong harus diganti dengan jadwal rutin atau lebih cepat dari jadwal apabila terjadi kebocoran. Setiap kali diganti area tersebut harus dibersihkan dan dikeringkan, dan barier baru harus dipasang. Disiang hari feses dapat dibuang atau dibersihkan dari kantong, kemudian kantong dapat diklem.

                                i.            Persiapan alat:
-          Washlap
-          Barier kulit
-          Kantong drainase
                              ii.            Pelaksanaan
a.       Siapkan alat
b.      Cuci tangan dengan sabun dan air, hitung sampai 10 dengan sambil mencuci kemudian bilas dengan air bersih dan keribgkan dengan kertas bersih atau handuk
c.       .Beritahu apa yang akan dilakukan.
d.      Lepas kantong dan barier kulit yang lama.
e.       Cuci kulit dan keringkan dengan perlahan.
f.       Perhatikan ada tidaknya kemerahan atau iritasi.
g.      Potong barier kulit sesuai dengan ukuran.
h.      Pasang barier kulit. Bila menggunakan barier jenis kulit. Bila menggunakan  barieer jenis berperekat, lepaskan dulu kertas perekatnya.
i.        Lepaskan penutup perekat dari kantong.
Tempatkwn kantong dengan stoma dibagian tengah dan tekan perlahan daari tepi luar stoma.
j.        Tutup ujung kantong dengan klem atau pengikat dari karet.
k.      Cuci tangan

D.    PROSES IRIGASI KOLOSTOMI

Irigasi kolostomi untuk mengosongkan kolon dari feses atau mucus, membersikan salauran usus bawah, dan membuat pola evakuasi teratur sehingga aktifitas kehidupan normal dapat dilanjutkan. Waktu yang tepat diirgasi dipilih, lebih sesuai setelah makan, sehingga waktu ini cocok dengan pola aktifitas pasien pascaoperatif. Irigasi diusahakan dilakukan pada waktu yang sama setiap hari.
Wadah pengirigasi berisi cairan NaCl dan air hangat dengan perbandingan 2: 1, misalkan air hangatnya 200 ml maka cairan NaCl nya 400 ml. Dan digantung 45- 50 cm diatas stoma. Balutan atau kantung diangkat. Prosedur berikut diikuti pasien dibantu untuk berpartisipasi dalam prosedur supsya belajar melakukan tanpa bantuan.
1.      Prosedur irigasi kolostomi :
a.      Pasang pengalas irigasi pada stoma
b.      masukakan cairan dalam cairan biarkan mengalir
c.       lumasi kateter/ selang dan masukan secara perlahan kedalam stoma. Pemasukan stoma tidak lebih dari 8 cm. Pegang selang secara perlahan,tetapi kuat, terhadap stoma untuk mencegah air mengalir balik.
d.      bila kateter sulit masuk, biarkan air tetap mengalir dengan perlahan sementara kateter terur dimasukan, tapi jangan memasukan kateter secara paksa.
e.       aliran cairan dalam dalam wadah pengirigasi masuk kedalamkoon dengan perlahan. Apabila kran lem selang dan biarkan klien istirahat. Cairan harus mengalir dalam waktu 5-10 menit.
f.       pegang selang pada tempatnya selama 10 detik setelah air dimasukan, kemudian secara perlahan diangkat 7.biarkan 10-15 menit agar seluruh isinya keluar. Kemudian keringkan dasar pengalas, dan lipat keatas.
g.      biarkan pengalas ditempatnya selama kira-kira 30 menit.
h.      bersihkan area dengan sabun ringan dan air, keringkan area tersebut
i.        ganti balutan atau kantong drainase.


E.     Komplikasi/Akibat Lanjut
1.Obstruksi/ penyumbatan
Penyumbatan dapat disebabkan oleh adanya perlengketan usus atau adanya pengerasan feses yang sulit dikeluarkan. Untuk menghindari terjadinya sumbatan, pasien perlu dilakukan irigasi kolostomi secara teratur. Pada pasien dengan kolostomi permanen tindakan irigasi ini perlu diajarkan agar pasien dapat melakukannya sendiri di kamar mandi.



2.Infeksi
      Kontaminasi feses merupakan factor yang paling sering menjadi penyebab terjadinya infeksi pada luka sekitar stoma. Oleh karena itu pemantauan yang terus menerus sangat diperlukan dan tindakan segera mengganti balutan luka dan mengganti kantong kolstomi sangat bermakna untuk mencegah infeksi.

3.Retraksi stoma/ mengkerut
Stoma mengalami pengikatan karena kantong kolostomi yang terlalu sempit dan juga karena adanya jaringan scar yang terbentuk disekitar stoma yang mengalami pengkerutan.

4.Prolaps pada stoma
Terjadi karena kelemahan otot abdomen atau karena fiksasi struktur penyokong stoma yang kurang adekuat pada saat pembedahan.

5.Stenosis
      Penyempitan dari lumen stoma

6.Perdarahan stoma


Daftar Pustaka
Potter, patricia A. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan ; Alih bahasa, renata komalasari : editor bahasa indonesia, Monica Ester. Jakarta:EGC.
Smeltzer, suzanne C.2001. Buku Ajar Keperawatan Medical Bedah Brunner & Suddarth ; alih bahasa, agung Waluyo; editor bahasa indonesia, Monica Ester. Jakarta : EGC
Wong, donna L. 2003. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik; alih bahasa, Monica Ester; editor bahasa indonesia, Sari kurnianingsih. Edisi 4. jakarta: EGC 
Evelyn, 1991, Pearce, 1993

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar