Cari Blog Ini

Jumat, 28 Januari 2011

Kepeningan (Dizziness)


Introduksi Pada Dizziness (Merasa Pusing)
Kepeningan (Dizziness) adalah salah satu dari gejala-gejala yang paling umum yang akan mendorong seseorang untuk mengunjungi dokter. Isitlah dizzy/pening (atau dizziness/kepeningan) dapat menjadi sulit untuk didefinisikan karena ia dapat berarti hal-hal yang berbeda pada orang-orang yang berbeda. Apakah merasa pening/pusing merujuk pada mabuk, perasaan lemah dan hampir pingsan, atau ia merujuk pada vertigo (dimana ruangan atau orang nampaknya berputar)?
Kepeningan seringkali disebabkan oleh berkurangnya suplai darah pada otak, sementara vertigo disebabkan oleh gangguan-gangguan dari telinga bagian dalam dan pusat-pusat keseimbangan dari otak.
Adalah perlu bagi pasien-pasien dan dokter-dokter untuk bekerja sama untuk mengerti gejala-gejala spesifik yang seorang pasien sedang mengalaminya dalam rangka membuat diagnosis dan perawatan yang benar.
Beberapa Penyebab-Penyebab Umum Dari Kepeningan (Dizziness)
Sementara menggolongkan kepeningan kedalam kategori-kategori fisiologi mungkin membantu mengerti bagaimana tubuh bekerja, adakalanya bermanfaat untuk meninjau ulang sebab-sebab yang umum mengapa orang-orang mungkin mengeluh kepeningan.
Kepeningan, dan rasa pingsan adalah keluhan yang umum pada pasien-pasien yang mempunyai tekanan darah rendah. Ketika tekanan darah terlalu rendah, tidak cukup darah yang kaya oksigen diantar ke otak, dan fungsinya dapat terpengaruh.
Sebagai tambahan pada rasa pening, gejala-gejala yang berhubungan mungkin termasuk:
Tekanan darah rendah dapat sebagai akibat dari persoalan yang mendasarinya. Beberapa sebab-sebab yang umum untuk tekanan darah rendah termasuk yang berikut:
  • Anemia (berkurangnya jumlah sel darah merah).
  • Perdarahan.
  • Dehidrasi (kehilangan air dalam tubuh) seringkali terjadi dengan infeksi-infeksi yang menyebabkan muntah dan diare. Demam juga dapat menyebabkan kehilangan jumlah air yang signifikan yang disebabkan oleh angka metabolik yang meningkat dan berkeringat yang berlebihan ketika tubuh mencoba untuk mendinginkan dirinya.
  • Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas yang berhubungan dengan dehidrasi seperti heat cramps, heat exhaustion, atau heat stroke (darurat medis).
  • Efek-efek sampingan dari obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengontrol tekanan darah dan nadi jantung. Contoh-contoh termasuk:
    • beta blockers [propranolol (Inderal, Inderal LA), atenolol (Tenormin), metoprolol, (Lopressor, Toprol XL)], yang menghalangi adrenalin receptors di jantung dan mungkin membatasi nadi jantung untuk meningkat sebagai respon pada perubahan-perubahan dalam posisi.
    • Nitroglycerin dan isosorbide mononitrate (Imdur Ismo, Monoket), obat nitroglycerin yang bekerja lama tidak hanya melebarkan pembuluh-pembuluh darah di jantung, namun mungkin juga menyebabkan pembuluh-pembuluh darah lain dalam tubuh untuk membesar dan mampu untuk merespon pada keperluan-keperluan tubuh.
    • Diuretics yang dapat menyebabkan dehidrasi.
    • ACE inhibitors yang memperlambat nadi jantung, dan
    • obat-obat untuk disfungsi ereksi yang dapat membesarkan pembuluh-pembuluh darah.
  • Penggunaan alkohol.
  • Kehamilan.

Hipotensi Postural Atau Orthostatik

Pada pasien-pasien yang ter-dehidrasi (kekurangan cairan) atau anemic, pembacaan-pembacaan tekanan darah mungkin adalah normal ketika mereka berbaring, bagaimanapun, kekurangan cairan terbuka kedoknya ketika mereka berdiri secara cepat. Kekurangan darah pada otak menyebabkan kepeningan. Perasaan ini mungkin hilang dalam beberapa detik ketika tubuh beradaptasi. Bagaimanapun, jika dehidrasi atau pengobatan-pengobatan (contohnya, beta blockers) mencegah tubuh bereaksi dengan mengerutkan pembuluh-pembuluh darah dan meningkatkan nadi jantung, kepeningan mungkin bertahan pada satu titik dimana pasien pingsan.
Beberapa penyakit-penyakit berhubungan dengan ketidakmampuan untuk mengkompensasi perubahan-perubahan dalam posisi tubuh (disfungsi autonomic). Dengan disfungsi autonomic, seseorang mungkin menjadi pening ketika mereka bergerak dari posisi berbaring ke duduk atau berdiri. Contoh-contoh dari penyakit-penyakit ini termasuk diabetes, penyakit Addison, atau penyakit Parkinson.
Hipotensi orthostatik adalah gejala yang umum dengan Shy-Drager syndrome. Shy-Drager syndrome adalah penyakit yang jarang dimana sistim syaraf autonomic degenerasi dan tidak dapat menyediakan mekanisme-mekanisme kontrol yang rutin untuk tubuh termasuk nadi jantung, tekanan darah, dan fungsi usus dan kantong kemih.

Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi, atau hipertensi, dikenal sebagai "pembunuh bisu" karena ia seringkali tidak mempunayi gejala-gejala, bahkan jika pembacaan-pembacaan tekanan darah naiknya menyolok sekali. Adakalanya, pasien-pasien mungkin mengeluh sakit kepala, mual, atau pening, meskipun keluhan-keluhan tidak perlu berkorelasi dengan derajat kenaikan tekanan darah.
Bagaimanapun, jika tekanan darah naik dan pasien mempunyai gejala-gejala, ada keperluan untuk membawa tekanan darah dibawah kontrol secara relatif cepat. Lebih parah gejala-gejalanya, lebih cepat kontrol tekanan darah perlu dicapai. Contohnya, jika pasien mempunyai gejala-gejala nyeri dada atau stroke yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi, tekanan darah perlu dikontrol segera.
Kepeningan adalah keluhan yang umum pada pasien-pasien dengan diabetes dan mungkin disebabkan oleh gula darah yang rendah (hypoglycemia), gula darah yang tinggi (hyperglycemia), atau disfungsi autonomic (lihat diatas).
  • Hypoglycemia atau gula darah yang rendah (hypo=rendah +glyc=gula +emia=darah) terjadi karena jumlah glukosa yang tidak cukup dalam darah. Seseorang dengan diabetes dapat mengembangkan hypoglycemia dari jumlah pemasukan makanan yang tidak cukup, atau dari meminum terlalu banyak obat (insulin atau tablet-tablet oral), yang berakibat pada tingkat-tingkat gula darah yang rendah. Pada situasi ini pasien mengalami kepeningan karena otak kekurangan glukosa untuk berfungsi secara benar. Pasien-pasien dengan diabetes dan keluarga-keluarga mereka perlu untuk mengenali gejala-gejala dari hypoglycemia, termasuk kepeningan, berkeringat, kebingungan, dan koma karena perawatan perlu diberikan segera. Makanan-makanan oral yang mengandung gula atau suntikan glukagon mungkin menyelamatkan nyawa pasien.
  • Hyperglycemia (hyper=tinggi +glyc=gula +emia=darah) juga menyebabkan kepeningan. Tingkat-tingkat gula darah yang tingi terjadi karena tidak ada cukup insulin tersedia untuk mengikat dengan glukosa dalam darah - untuk digunakan sebagai energi. Jika insulin tidak diberikan pada pasien, orang itu mungkin mengembangkan diabetic ketoacidosis.
Penyakit-Penyakit Endokrin
  • Diabetes (didiskusikan diatas) jika tidak dikontrol dengan baik adalah salah satu dari penyakit-penyakit endokrin utama yang mungkin menyebabkan kepeningan.
  • Penyakit Tiroid: Kelainan-kelainan dari tiroid mungkin juga menyebabkan kepeningan sebagai salah satu dari gejala-gejalanya.
    • Hipertiroidisme (terlalu banyak hormon tiroid) mungkin menyebabkan palpitasi-palpitasi, sesak napas, dan kepeningan.
    • Hipotiroidisme (terlalu sedikit hormon tiroid) mungkin menyebabkan tekanan darah rendah dan berkurangnya nadi jantung yang menjurus pada kepeningan, kelemahan, kelesuan, dan kedinginan.
  • Penyakit Addison: Penyakit Addison terjadi ketika kelenjar-kelenjar adrenal tidak memproduksi kortisol yang cukup untuk memmenuhi keperluan-keperluan tubuh. Kortisol adalah steroid yang terjadi secara alamiah yang dihasilkan oleh tubuh dan adalah bagian dari respon stress (lawan atau lari). Jika tingkat-tingkat kortisol adalah rendah, pasien mungkin mengalami kelemahan, kelelahan, kepeningan, gula darah rendah, dan tekanan darah rendah.
Hiperventilasi
Sementara tubuh mungkin menggunakan hiperventilasi atau pernapasan cepat untuk membantu keseimbangan asam-basa, mungkin juga terjadi sebagai respon pada situasi emosi yang penuh stress. Pada sindrom hiperventilasi, pernapasan yang cepat menghembuskan karbon dioksida tubuh, menjurus pada sensasi kesemutan di tangan-tangan dan kaki-kaki dan sekitar mulut. Kepeningan adalah gejala-gejala yang berhubungan. Gejala-gejala mungkin meningkatkan stress emosi yang dirasakan dan menyebabkan bakan lebih bayak hiperventilasi.
Kondisi-Kondisi Jantung
Jantung adalah pompa listrik; untuk ia bekerja, sistim konduksi listrik harus beroperasi dengan benar untuk menstimulasi otot jantung untuk meremas/menekan dalam cara yang terkoordinasi untuk memompa darah ke tubuh. Otot jantung sendiri harus cukup kuat untuk memompa darah, dan klep-klep dalam jantung harus bekerja dengan benar untuk mengizinkan darah mengalir dalam arah yang dimaksudkan selama kontraksi.
  • Gangguan-Gangguan Konduksi: Gangguan-gangguan konduksi elektrik mungkin membuat jantung berdenyut terlalu cepat (tachycardia) atau terlalu perlahan (bradycardia), dan yang manapun dari situasi-situasi ini mungkin berakibat pada suplai darah yang tidak cukup ke otak, menyebabkan kepeningan atau mabuk.
  • Kardiomiopati: Kepeningan adalah juga gejala dari cardiomyopathy (cardio=jantung +myo=otot + pathy= penyakit), penyakit dari otot jantung, berakibat pada otot yang tidak berdenyut dengan benar. Paling umum kelemahan disebabkan oleh penyakit jantung atherosclerotic atau ischemic cardiomyopathy (ischemic=suplai darah yang berkurang), dimana otot jantung sendiri tidak mendapat cukup suplai darah untuk bekerja dengan benar. Kardiomiopati-kardiomiopati lain mungkin disebabkan oleh diabetes, penggunaan alkohol, dan infeksi-infeksi virus.
Vasovagal syncope
Vasovagal syncope adalah penyebab umum dari kepeningan, dan pingsan. Syaraf vagus terlalu distimulasi dan menyebabkan pembuluh-pembuluh darah tubuh untuk membesar/melebar dan jantung melambat. Efek anti-adrenaline ini mengurangi kemampuan dari jantung untuk memompa darah keatas ke otak. Tanpa aliran darah, otak mati.
Beberapa orang-orang pingsan ketika melihat darah. Beberapa orangtua-orangtua pingsan ketika anak-anak mereka diimunisasi. Banyak tipe-tipe dari emosi dan penyebab-penyebab stress fisik dapat menstimulasi berlebihan syaraf vagus, jadi menyebabkan kepeningan, dan pingsan. Catatan penting: adakalanya, penyebab dari pingsan bukanlah vasovagal syncope namun kondisi yang lebih serius. Jika situasi tidak nampak normal (contohnya, orang itu tidak mendapatkan kembali kesadaran secara cepat) adalah mungkin bijaksana untuk mencari perawatan medis atau mengaktifkan sistim respon darurat di area anda (atau memanggil 911 jika tersedia).
Dizziness Dan Vertigo
Vertigo seringkali digambarkan sebagai merasa pening, atau sensasi dari berputar. Pasien mungkin secara spesifik menyebutkan bahwa kamar tampaknya berputar sekeliling mereka. Adakalanya keluhannya adalah kehilangan keseimbangan. Ini seringkali terjadi karena iritasi di telinga bagian dalam (bagian dari telinga yang melibatkan keseimbangan, bukan pendengaran).
Telinga bagian dalam mempunyai dua bagian yang membantu tubuh menentukan posisinya didalam ruangan relatif pada gaya berat; 1) semicircular canals dan, 2) vestibule.
Ada tiga semicircular canals yang dibariskan pada sudut-sudut tegak satu sama dengan lainnya. Canal-canal ini disisi dengan cairan dan dilapisi dengan selaput yang dikerakan crystal yang diisi dengan syaraf yang mengantar informasi ke cerebellum (bagian dari otak yang mengontrol keseimbangan dan koordinasi). Cerebellum mengumpulkan informasi dari stimuli penglihatan dan ujung-ujung syaraf pada otot yang berhubungan dengan proprioception (persepsi dari gerakan), untuk membantu otak menilai dimana tubuh berada dalam hubungan dengan gaya berat dan lingkungan-lingkungannya.
Normalnya, ketika kepala bergerak, cairan dalam semicircular canals berpindah, dan informasi itu disampaikan ke otak. Ketika kepala berhenti bergerak, cairan juga berhenti, dan informasi itu disampaikan ke otak.
Pada beberapa kasus-kasus mungkin ada penundaan yang singkat pada transmisi (pengantaran) informasi ini ke otak. Contohnya, ketika seseorang naik diatas merry-go-round atau berputar secara cepat dalam lingkaran-lingkaran, cairan didalam canals mengembangkan daya gerak dan meskipun tubuh berhenti berputar, cairan dalam semicircular canals mungkin terus menerus bergerak. Ini menyebabkan vertigo, atau sensasi berputar, dan mungkin menyebabkan orang itu jatuh atau tersandung. Itu juga mungkin berhubungan dengan muntah.
  • Peradangan: Pada pasien-pasien dengan vertigo, peradangan dari cairan atau iritasi dari kristal-kristal pada selaput yang melapisi dinding-dinding dari semicircular canals mungkin menyebabkan sensasi berputar bahkan tanpa banyak gerakan kepala. Sering, hanya satu canal yang terlibat dan pasien mungkin bebas dari gejala jika mereka tidak bergerak.
  • Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV): BPPV mungkin disebabkan ketika kristal-kristal di telinga bagian dalam menjadi terdorong dan mengiritasi semicircular canals. Sering penyebabnya tidak diketemukan, namun mungkin ada hubungan dengan memposisikan atau gerakan dari kepala yang tidak biasa. Paling sering terlihat pada orang-orang yang lebih tua dari umur 60 tahun
  • Labyrinthitis: Labyrinthitis mungkin menyusul infeksi virus yang menyebabkan peradangan didalam telinga bagian tengah.
  • Penyakit Meniere: Kondisi ini adalah penyakit aliran cairan dari telinga bagian dalam; gejala-gejala termasuk vertigo, kehilangan pendengaran, dan tinnitus (telinga berdenging).
  • Acoustic neuroma: Ini adalah tumor yang jinak dari teling yang dapat hadir dengan vertigo.
  • Otak: Jauh kurang umum, penyebab dari vertigo mungkin timbul di otak. Stroke, tumor-tumor, seizures (epilepsy) dan multiple sclerosis mungkin berhubungan dengan vertigo.
Gejala-Gejala Yang Dialami Ketika Seseorang Merasa Pening
  • Kepeningan adalah perasaan dari kelemahan dan pingsan seperti jika anda hampir pingsan. Gejala-gejalanya cenderung berumur pendek, tergantung pada penyebabnya. Mungkin ada mual, berkeringat, dan penglihatan yang kabur yang berhubungan.
  • Jika penyebabnya adalah dehidrasi atau perdarahan, gejala-gejalanya mungkin ditimbulkan dengan berdiri secara cepat dan mungkin menghilang dengan berbaring.
  • Gangguan-gangguan irama jantung (aritmia jantung) mungkin terjadi tanpa peringatan dan mungkin berhubungan dengan palpitasi-palpitasi. Ini mungkin datang dan pergi atau ia mungkin bertahan. Denyut jantung mungkin dirasa seperti terlalu cepat (seringkali digambarkan sebagai berdebar), terlalu perlahan, dan/atau tidak teratur (irregular).
  • Vertigo adalah sensasi dari berputar dan mungkin hadir tanpa peringatan dan berhubungan dengan mual dan muntah. Pasien-pasien dengan persoalan-persoalan telinga bagian dalam mungkin tidak mampu untuk bergerak tanpa membangkitkan gejala-gejala.
  • Pasien-pasien dengan penyebab cerebellar dari vertigo seperti stroke atau tumor, mungkin mempunyai persoalan-persoalan koordinasi yang berhubungan atau kesulitan berjalan.
Saat Saya Harus Memanggil Dokter Untuk Kepeningan (Dizziness)
Kepeningan adalah keluhan yang umum dan seringkali telah hilang ketika pasien tiba untuk mengunjungi dokter. Biasanya tidak ada desakan untuk mencari perawatan. Bagaimanapun, sementara keluhan kepeningan seringkali bukan suatu kedaruratan, perawatan harus segera dicari jika ia disertai oleh mana saja dari yang berikut:
  • Nyeri dada, sesak napas, atau palpitasi-palpitasi. Ini mungkin adalah gejala-gejala yang menyarankan bahwa jantung mungkin adalah sumber dari kepeningan dan harus tidak diabaikan.
  • Dehidrasi. Seringkali mungkin ada penyakit yang berhubungan termasuk demam, muntah, dan diare.
  • Orang-Orang dengan diabetes mungkin mempunyai kepeningan yang disebabkan oleh gula darah yang rendah (hypoglycemia) atau gula darah yang tinggi (hyperglycemia) dan mungkin memerlukan perawatan darurat untuk menstabilkan insulin dan keperluan-keperluan obat mereka.
  • Perdarahan dari segala sumber.
  • Status mental atau cara berpikir yang berubah. Ini mungkin termasuk gejala-gejala seperti kebingungan, perubahan dalam penglihatan, perubahan dalam kemampuan berbicara, muka yang layu, kelemahan satu sisi tubuh, atau sakit kepala. Ini mungkin adalah tanda-tanda dari stroke, perdarahan dalam otak, atau tumor.
  • Vertigo mungkin menyebabkan persoalan-persoalan yang signifikan dengan muntah dan mungkin melemahkan. Seringkali, perawatan medis diperlukan untuk mengontrol gejala-gejala meskipun persoalan yang mendasarinya tidak serius.
Mendiagnosa Kepeningan (Dizziness)
Diagnosis dari kepeningan mulai dengan dokter megevaluasi apakah keluhan dari kepeningan merujuk pada kepeningan atau vertigo. Evaluasi lebih jauh berlanjut sekali perbedaan ini telah dibuat.
Kunci dari diagnosis kepeningan adalah sejarah dan pemeriksaan fisik yang seksama. Dokter akan menanyakan apa yang mencetus gejala-gejala dan apa yang menghilangkan gejala-gejala.
  • Apakah ia berhubungan dengan perubahan posisi-posisi yang cepat ?
  • Apakah ia hilang dengan sendirinya atau apakah pasien harus berbuat sesuatu, seperti berbaring untuk membuatnya lebih baik ?
Peninjauan ulang dari fungsi-fungsi tubuh pasien mungkin menunjukan pertanyaan-pertanyaan tentang demam, muntah, diare, nyeri dada, sesak napas, palpitasi-palpitasi, atau perdarahan perut. Sejarah medis yang lalu mungkin ditinjau ulang, termasuk pengobatan-pengobatan yang sekarang sedang diambil oleh pasien.
Pemeriksaan fisik yang seksama kemungkinan akan dilakukan, ini mungkin termasuk:
Tanda-tanda Vital: Mengambil tekanan darah dan angka nadi pasien berbaring dan berdiri (disebut tanda-tanda vital orthostatic atau postural) seringkali akan megindikasi status cairan dari tubuh. Pada pasien-pasien yang ter-dehidrasi atau mempunyai perdarahan, tanda-tanda vital mungkin meningkat pada posisi yang berubah. Bagaimanapun, pasien-pasien yang sedang meminum obat-obat seperti beta blockers tidak akan membangkitkan angka nadi yang meningkat.
Pemeriksaan fisik yang disesuaikan: Sering, pemeriksaan fisik disesuaikan pada pasien berdasarkan informasi yang disediakan dalam sejarah medis pasien. Contohnya, seorang wanita dengan periode menstruasi yang berat mungkin memerlukan pemeriksaan pelvis, atau seorang pasien dengan batuk dan sesak napas mungkin memerlukan pemeriksaan yang lebih teliti dari jantung dan paru-paru.
Studi-studi pencitraan dan tes-tes darah: Keperluan untuk studi-studi pencitraan dan/atau tes-tes darah akan tergantung pada kekhawatiran-kekhawatiran yang dipunyai oleh dokter dan pasien dalam hubungan dengan penyebab dari kepeningan. Tes-tes umum mungkin diminta termasuk:
  • complete blood count (CBC) untuk menyaring anemia atau infeksi,
  • evaluasi elektrolit-elektrolit,
  • tes-tes gula darah,
  • tes-tes fungsi ginjal, dan
  • tes-tes tiroid.
X-rays, CT scans, dan MRI mungkin diindikasikan tergantung pada keperluan-keperluan pasien.

Mendiagnosa Vertigo

Diagnosis dari vertigo paling sering dibuat berdasarkan presentasi sejarah dan klinis. Jika pasien mengalami sensasi berputar yang memburuk dengan perubahan dalam posisi, dan lebih berkurang dengan berbaring diam, dokter dapat mengkonfirmasi penyebab dari kepeningan sebagai vertigo.
Sejrah yang lebih jauh mungkin diambil untuk memastikan bahwa gejala dari vertigo diisolasikan pada kondisi telinga bagian dalam dan bukan disebabkan oleh persoalan dalam otak (contohnya, stroke).

Pemeriksaan Neurological

Pemeriksaan fisik akan fokus pada pemeriksaan neurologic dan mungkin melibatkan melihat pada gerakan-gerakan mata. Dengan vertigo, nystagmus mungkin hadir. Ini adalah gerakan yang tidak sukarela dari mata-mata, perlahan dan halus pada satu arah dengan kejang-kejang yang cepat pada yang lainya. Itu adalah usaha mata untuk mengkompensasi untuk sinyal-sinyal yang abnormal yang sedang diciptakan didalam telinga bagian dalam.
Pendengaran pasien mungkin diuji untuk menilai kehilangan pendengaran yang potensial. Ini mungkin terlihat pada penyakit Meniere atau dengan acoustic neuroma, namun tidak perlu dengan labyrinthitis atau benign positional vertigo.
Sisa dari pemeriksaan neurologic mungkin dilakukan untuk mencari kelemahan satu sisi atau kehilangan koordinasi sebagai tanda-tanda yang potensial dari stroke.
Evaluasi untuk BPPV atau labyrinthitis seringkali lengkap pada titik ini, meskipun tergantung pada kekhawatiran-kekhawatiran dokter, pengujian lebih lanjut mungkin diindikasikan. Penyerahan mungkin dibuat pada ahli terapi fisik yang dilatih khusus pada terapi vestibular.
Jika ada kebingungan pada penyebab yang potensial dari vertigo, pencitraan otak mungkin diperlukan. Magnetic resonance imaging (MRI) mungkin diindikasikan karena tes ini mengevaluasi cerebellum lebih akurat. Computerized tomography (CT scan) mungkin digunakan pada keadaan darurat untuk menilai perdarahan.

Merawat Kepeningan (Dizziness)

Perawatan Dizziness

Dizziness atau kepeningan adalah gejala, bukan penyakit, dan perawatan akan diarahkan pada penyebab yang mendasarinya. Contohnya, kepeningan yang disebabkan oleh dehidrasi dari gastroenteritis mungkin memerlukan cairan-cairan intravena dan obat-obat untuk menghentikan muntah dan diare, sementara kepeningan dari kondisi irama jantung mungkin memerlukan rawat inap di rumah sakit dan pengujian dan perawatan yang khusus.

Perawatan Vertigo

  • Vertigo dari persoalan-persoalan telinga bagian dalam mungkin seringkali dirawat dengan maneuvers untuk mereposisi kristal-kristal dan puing-puing dalam semicircular canals.
  • Tergantung pada sebab-sebab untuk peradangan telinga bagian dalam, obat-obat steroid oral untuk mengurangi peradangan mungkin diresepkan.
  • Obat-obat bebas resep atau yang diresepkan adakalanya direkomendasikan atau diresepkan untuk menbantu vertigo. Meclizine (Antivert) mungkin membantu mengontrol gejala-gejala yang ringan.
  • Pada pasien-pasien dengan gejala-gejala dan muntah yang gigih, diazepam (Valium) intravena mungkin dipertimbangkan.
  • Pasien-pasien dengan penyakit Meniere atau acoustic neuroma biasanya dirujuk pada spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (otolaryngologist, dokter THT) untuk evluasi dan perawatan lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar