Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 27 Januari 2011

Angina (Nyeri Dada)


Introduksi Angina
Nyeri dada adalah gejala umum yang disebabkan oleh banyak kondisi-kondisi yang berbeda. Beberapa penyebab-penyebab memerlukan perhatian medis yang segera, seperti angina, serangan jantung, atau perobekan dari aorta. Penyebab-penyebab lain dari nyeri dada yang mungkin tidak memerlukan intervensi medis yang segera termasuk spasme dari esophagus, serangan batu empedu, atau peradangan dari dinding dada. Diagnosis yang akurat adalah penting dalam menyediakan perawatan yang tepat pada pasien-pasien dengan nyeri dada.
Diagnosis dan perawatan dari angina didiskusikan dibawah, serta diagnosis dari penyebab-penyebab lain dari nyeri dada yang dapat meniru angina.
Definisi Dan Gejala-Gejala Angina
Angina (angina pectoris - Latin untuk dada yang digencet/ditekan) adalah ketidaknyamanan dada yang terjadi ketika ada suplai oksigen darah yang berkurang pada area dari otot jantung. Pada kebanyakan kasus-kasus, kekurangan suplai darah disebabkan oleh penyempitan dari arteri-arteri koroner sebagai akibat dari arteriosclerosis.
Angina biasanya dirasakan sebagai:
  • tekanan,
  • keberatan,
  • pengetatan,
  • pemerasan, atau
  • nyeri diseluruh dada, terutama dibelakang tulang dada.
Nyeri ini seringkali menyebar ke leher, rahang, lengan-lengan, punggung, atau bahkan gigi-gigi.
Pasien-pasien mungkin juga menderita:
  • salah cerna (indigestion),
  • heartburn (nyeri di hulu hati),
  • kelemahan,
  • berkeringat,
  • mual,
  • kejang, dan
  • sesak napas.
Angina biasanya terjadi waktu latihan, stres emosi yang parah, atau setelah makan yang berat. Selama periode-periode ini, otot jantung menuntut lebih banyak oksigen darah daripada arteri-arteri yang menyempit dapat berikan. Angina secara khas berlangsung dari 1 sampai 15 menit dan dibebaskan dengan istirahat atau dengan menempatkan tablet nitroglycerin dibawah lidah. Nitroglycerin mengendurkan pembuluh-pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Keduanya istirahat dan nitroglycerin mengurangi permintaan otot jantung untuk oksigen, jadi membebaskan angina.
Angina digolongkan dalam satu dari dua tipe-tipe: 1) stable angina (angina yang stabil) atau 2) unstable angina (angina yang tidak stabil).
Stable angina
Stable angina adalah tipe yang paling umum dari angina, dan adalah apa yang dimaksudkan oleh kebanyakan orang-orang ketika mereka merujuk pada angina. Orang-orang dengan stable angina mempunyai gejala-gejala angina pada basis yang reguler dan gejala-gejalanya sedikit banyaknya dapat diprediksi (contohnya, menaiki tangga-tangga menyebabkan nyeri dada). Untuk kebanyakan pasien-pasien, gejala-gejalanya terjadi selama pengerahan tenaga dan umumnya berlangsung kurang dari lima menit. Mereka dibebaskan dengan istirahat atau obat, seperti nitroglycerin dibawah lidah.
Unstable angina
Unstable angina adalah kurang umum dan lebih serius. Gejala-gejala lebih parah dan kurang dapat diprediksi daripada pola-pola dari stable angina. Lebih dari itu, nyeri-nyerinya lebih sering, berlangsung lebih lama, terjadi waktu istirahat, dan tidak dibebaskan dengan nitroglycerin dibawah lidah (atau pasien perlu untuk menggunakan lebih banyak nitroglycerin daripada biasanya). Unstable angina tidaklah sama seperti serangan jantung, namun ia memerlukan kunjungan segera pada dokter anda atau departemen darurat rumah sakit karena pengujian jantung lebih jauh sangat diperlukan. Unstable angina seringkali adalah pendahuluan pada serangan jantung.

Penyebab Angina

Penyebab yang paling umum dari angina adalah penyakit arteri koroner. Penyebab yang kurang umum dari angina adalah spasme (kekejangan) dari arteri-arteri koroner.

Penyakit Arteri Koroner

Arteri-arteri koroner mensuplai darah yang beroksigen pada otot jantung. Penyakit arteri koroner berkembang ketika kolesterol mengendap di dinding arteri, menyebabkan pembentukan senyawa yang keras dan tebal yang disebut plak kolesterol. Akumulasi dari plak kolesterol dari waktu ke waktu menyebabkan penyempitan dari arteri-arteri koroner, proses yang disebut arteriosclerosis. Arteriosclerosis dapat dipercepat dengan merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol yang naik, dan diabetes. Ketika arteri-arteri koroner menjadi sempit lebih dari 50% sampai 70%, mereka tidak lagi memenuhi permintaan oksigen darah yang meningkat oleh otot jantung selama latihan atau stres. Kekurangan oksigen pada otot jantung menyebabkan nyeri dada (angina).

Coronary artery spasm

Dinding-dinding dari arteri-arteri dikelilingi oleh serat-serat otot. Kontraksi yang cepat dari serat-serat otot ini menyebabkan penyempitan yang tiba-tiba (spasm) dari arteri-arteri. Spasme dari arteri-arteri koroner mengurangi darah ke otot jantung dan menyebabkan angina. Angina sebagai akibat dari spasme (kekejangan) arteri koroner disebut "variant" angina atau Prinzmetal angina. Prinzmetal angina secara khas terjadi waktu istirahat, biasanya di jam-jam pagi dini. Spasme dapat terjadi pada arteri-arteri koroner normal serta pada yang disempitkan oleh arteriosclerosis.
Spasme arteri koroner dapat juga disebabkan oleh penggunaan atau penyalahgunaan cocaine. Spasme dari dinding arteri yang disebbkan oleh cocaine dapat begitu signifikan sehingga ia sebenarnya dapat menyebabkan serangan jantung.
Penyebab-Penyebab Lain Dari Nyeri Dada
Dalam merawat pasien-pasien dengan nyeri dada, dokter membedakan apakah nyeri berhubungan dengan kekurangan oksigen pada otot jantung (seperti pada angina atau serangan jantung), atau disebabkan oleh proses yang lain. Banyak kondisi-kondisi dipertimbangkan yang dapat menyebabkan nyeri dada yang serupa pada yang dari serangan jantung atau angina. Contoh-contoh termasuk yang berikut:
  • Pleuritis (pleurisy): Peradangan dari pelapis paru-paru (pleuritis) menyebabkan nyeri dada yang tajam, yang diperburuk dengan bernapas yang dalam dan batuk. Pasien-pasien sering mencatat sesak napas, sebagaian disebabkan oleh pernapasan dangkal mereka untuk meminimalkan nyeri dada. Infeksi-infeksi virus adalah penyebab-penyebab yang paling umum dari pleurisy. Kondisi-kondisi peradangan sistemik lain, seperti systemic lupus, dapat juga menyebabkan pleurisy.
  • Pericarditis: Pericarditis adalah peradangan dari pelapis yang mengelilingi jantung. Gejala-gejala dari pericarditis adalah serupa pada yang dari pleuritis.
  • Pneumonia: Pneumonia (infeksi bakteri dari paru) menyebabkan demam dan nyeri dada. Nyeri dada pada pneumonia bakteri disebabkan oleh iritasi atau infeksi dari lapisan paru (pleura).
  • Pulmonary embolism: Bekuan-bekuan darah yang berpergian dari vena-vena pelvis atau kaki-kaki ke paru, kondisi yang disebut pulmonary embolism. Pulmonary embolism dapat menyebabkan kematian jaringan paru (pulmonary infarction). Pulmonary infarction dapat menjurus pada iritasi dari pleura, menyebabkan nyeri dada yang serupa pada pleurisy. Beberapa penyebab-penyebab umum dari bekuan-bekuan darah pada vena-vena ini adalah deep vein thrombosis (keadaan tidak bergerak yang berkepanjangan, operasi baru-baru ini, trauma pada kaki-kaki, atau infeksi pelvis).
  • Pneumothorax: Kantong-kantong kecil pada jaringan paru (alveoli) dapat pecah secara spontan, menyebabkan pneumothorax. Gejala-gejala dari pneumothorax termasuk nyeri dada yang tiba-tiba, parah, tajam dan sesak napas. Satu penyebab umum dari pneumothorax adalah emphysema yang parah.
  • Mitral valve prolapse: Mitral valve prolapse adalah kelainan klep jantung yang umum, mempengaruhi 5% sampai 10% dari populasi. MVP adalah terutama umum diantara wanita-wanita yang berumur antara 20 sampai 40 tahun. Nyeri dada dengan MVP biasanya adalah tajam namun tidak parah. Tidak seperti angina, nyeri dada dengan MVP jarang terjadi selama atau setelah latihan, dan biasanya tidak akan merespon pada nitroglycerin.
  • Aortic dissection: Aorta adalah pembuluh utama yang mengantar darah dari bilik kiri (left ventricle) ke seluruh tubuh. Aortic dissection (robeknya dinding aorta) adalah keadaan darurat yang mengancam nyawa. Aortic dissection menyebabkan nyeri dada dan punggung yang parah dan tak kenal henti. Kaum dewasa muda dengan aortic dissection biasanya mempunyai sindrom Marfan, penyakit yang diturunkan dimana bentuk yang abnormal dari protein struktural yang disebut collagen menyebabkan kelemahan dinding aorta. Pasien-pasien yang lebih tua secara khas mengembangkan aortic dissection sebagai akibat dari tekanan darah tinggi yang kronis, sebagai tambahan pada pengerasan dari arteri-arteri (arteriosclerosis).
  • Costochondritis, patah-patah tulang rusuk, penegangan otot atau spasme: Nyeri yang berasal dari dinding dada mungkin disebabkan oleh penegangan otot atau spasme, costochondritis, atau patah-patah tulang rusuk. Nyeri dinding dada biasanya tajam dan konstan. Ia biasanya diperburuk oleh gerakan, batuk, napas yang dalam, dan tekanan langsung diatas areanya. Spasme dan penegangan otot dapat berakibat dari memutar dan menekuk yang tidak biasa dan bertenaga. Sendi-sendi antara tulang-tulang rusuk dan tulang rawan yang bersebelahan dengan tulang dada dapat menjadi meradang, kondisi yang disebut costochondritis. Tulang-tulang rusuk yang patah dari trauma atau keterlibatan kanker dapat menyebabkan nyeri dada yang signifikan.
  • Syaraf Kejepit (Kompresi Syaraf): Kompresi (penekanan) dari akar-akar syaraf oleh taji-taji tulang (bone spurs) ketika mereka keluar dari sumsum tulang belakang dapat menyebabkan nyeri. Kompresi syaraf (syraf kejepit) dapat juga menyebabkan kelemahan dan kekebasan pada lengan bagian atas dan dada.
  • Shingles (infeksi herpes zoster dari syaraf-syaraf): Shingles adalah iritasi syaraf dari infeksi, yang dapat menyebabkan nyeri dada berhari-hari sebelum ruam kulit yang khas apa saja timbul.
  • Spasme esophagus dan reflux: Esophagus adalah tabung panjang yang berotot yang menghubungkan mulut ke lambung. Reflux, atau memuntahkan isi-isi lambung dan asam kedalam esophagus dapat menyebabkan heartburn dan nyeri dada. Spasme dari otot esophagus dapat juga menyebabkan nyeri dada yang tidak dapat dibedakan dari nyeri dada yang disebabkan oleh angina atau serangan jantung. Penyebab dari spasme otot esophagus tidak diketahui. Nyeri dari spasme esophagus dapat merespon pada nitroglycerin dalam cara yang sama seperti angina.
  • Serangan Kantong Empedu (Batu-Batu Empedu): Batu-batu empedu dapat menghalangi kantong empedu atau saluran-saluran empedu dan menyebabkan nyeri yang parah dari perut bagian atas, punggung dan dada. Serangan-serangan kantong empedu dapat meniru nyeri dari angina dan serangan jantung.
  • Ketakutan dan Serangan-Serangan Panik: Ketakutan, depresi, dan serangan-serangan panik seringkali dihubungkan dengan nyeri dada yang berlangsung dari beberapa menit sampai berhari-hari. Nyerinya dapat menjadi tajam atau tumpul. Ia biasanya ditemani oleh sesak napas, atau ketidakmampuan untuk mengambil napas yang dalam. Stres emosional dapat memperburuk nyeri dada, namun nyerinya umumnya tidak berhubungan dengan pengerahan tenaga, dan tidak dibebaskan oleh nitroglycerin. Pasien-pasien ini seringkali bernapas terlalu cepat (hyperventilate), menyebabkan kepeningan, kekebasan, dan kesemutan pada bibir-bibir dan jari-jari tangan. Faktor-faktor risiko penyakit arteri koroner secara khas tidak hadir pada pasien-pasien ini. Karena tidak ada tes untuk serangan-serangan panik, pasien-pasien dengan nyeri dada biasanya menjalani tes-tes untuk menyampingkan penyakit arteri koroner dan penyebab-penyebab nyeri dada lainnya.
Kepentingan Untuk Menegakan Diagnosis Dari Angina
Angina biasanya adalah tanda peringatan dari kehadiran penyakit arteri koroner yang signifikan. Pasien-pasien dengan angina berisiko mengembangkan serangan jantung (myocardial infarction). Serangan jantung adalah kematian dari otot jantung yang dipercepat oleh halangan/rintangan yang sepenuhnya dari arteri koroner yang berpenyakit oleh bekuan darah.
Selama angina, kekurangan oksigen (ischemia) pada otot jantung adalah sementara dan dapat dibalikan. Kekurangan oksigen pada otot jantung menghilang dan nyeri dada menghilang ketika pasien istirahat. Berlawanan dengannya, kerusakan otot pada serangan jantung adalah permanen. Otot yang mati berubah kedalam jaringan parut ketika sembuh. Jantung yang berluka parut tidak dapat memompa darah se-efisien jantung normal, dan dapat menjurus pada gagal jantung.
Sampai dengan 25% dari pasien-pasien dengan penyakit arteri koroner yang signifikan sama sekali tidak mempunyai gejala-gejala, meskipun mereka secara jelas kekurangan suplai darah dan oksigen yang cukup pada otot jantung. Pasien-pasien ini mempunyai angina yang "tidur (silent)". Mereka mempunyai risiko serangan jantung yang sama seperti mereka yang dengan gejala-gejala angina.
Mendiagnosa Angina
Electrocardiogram (EKG) adalah perekaman aktivitas elektrik dari otot jantung, dan dapat mendeteksi otot jantung yang memerlukan oksigen. EKG bermanfaat dalam menunjukan perubahan-perubahan yang disebabkan oleh peng-oksigenan yang tidak cukup dari otot jantung atau serangan jantung.
Tes Latihan Stres
Pada pasien-pasien dengan EKG istirahat yang normal, latuhan treadmill atau pengujian naik sepeda dapat menjadi alat-alat screening yang bermanfaat untuk penyakit arteri koroner. Selama tes latihan stres (juga dirujuk sebagai stress test, exercise electrocardiogram, graded exercise treadmill test, atau stress ECG), perekaman-perekaman EKG dari jantung dilakukan secara terus menerus ketika pasien berjalan diatas treadmill atau mengayun pada sepeda yang tak bergerak pada tingkat-tingakt kesulitan yang meninggi. Kejadian dari nyeri dada selama latihan dapat dikorelasikan dengan perubahan-perubahan pada EKG, yang menunjukan kekurangan oksigen pada otot jantung. Ketika pasien istirahat, angina dan perubahan-perubahan pada EKG yang mengindikasikan kekurangan oksigen pada jantung kedua-duanya dapat menghilang. Ketepatan dari tes-tes latihan stres dalam mendiagnosa penyakit arteri koroner yang signifikan adalah 60% sampai 70%. Jika tes latihan stres tidak menunjukan tanda-tanda dari penyakit arteri koroner, agen nuklir (thallium) dapat diberikan secara intravena selama tes latihan stres. Tambahan dari thallium mengizinkan pencitraan nuklir dari aliran darah ke wilayah-wilayah jantung yang berbeda, menggunakan kamera eksternal. Aliran darah yang berkurang pada area dari jantung selama latihan, dengan aliran darah yang normal ke area waktu istirahat, menandakan penyempitan arteri yang signifikan pada wilayah jantung itu.
Stress echocardiography
Stress echocardiography menggabungkan echocardiography (pencitraan ultrasound dari otot jantung) dengan pengujian latihan stres. Seperti tes latihan thallium, stress echocardiography adalah lebih akurat daripada tes latihan stres dalam mendeteksi penyakit arteri koroner. Ketika arteri koroner menyempit secara signifikan, otot jantung yang disuplai oleh arteri ini tidak berkontraksi sebaik bagian otot jantung lainnya selama latihan. Kelainan-kelainan pada kontraksi otot dapat dideteksi dengan echocardiography. Stress echocardiography dan tes-tes latihan thallium kedua-duanya adalah kira-kira 80% sampai 85% akurat dalam mendeteksi penyakit-penyakit arteri koroner yang signifikan.
Ketika pasien tidak dapat menjalani tes latihan stres karena kesulitan-kesulitan neurological atau orthopedic, obat-obat dapat disuntikan secara intravena untuk menstimulasi stres pada jantung yang normalnya dibawakan oleh latihan. Pencitraan (imaging) jantung dapat dilakukan dengan kamera atau echocardiography nuklir.
Kateterisasi Jantung
Kateterisasi jantung dengan angiography (coronary arteriography) adalah teknik yang mengizinkan gambar-gambar X-rays untuk diambil dari arteri-arteri koroner. Ia adalah tes yang paling akurat untuk mendeteksi penyempitan arteri koroner. Tabung-tabung plastik kecil yang berrongga (kateter-kateter) dimasukan dibawah bimbingan x-ray ke muara-muara dari arteri-arteri koroner. Zat kontras iodine disuntikan kedalam arteri-arteri ketika video x-ray direkam. Coronary arteriography memberikan pada dokter gambar dari lokasi dan keparahan penyakit arteri koroner. Informasi ini dapat menjadi penting dalam membantu dokter-dokter memilih opsi-opsi (pilihan-pilihan) perawatan.
CT coronary angiogram
CT coronary angiography adalah prosedur yang menggunakan zat intravena yang mengandung iodine, dan CT scanning untuk mencitrakan arteri-arteri koroner. Sementara penggunaan dari kateter-kateter tidak diperlukan (jadi istilah tes "noninvasive" diterapkan pada prosedur ini), masih tetap ada beberapa risiko-risiko yang terlibat, termasuk yang berikut:
  • Pasien-pasien alergi pada iodine
  • Pasien-pasien dengan fungsi ginjal yang abnormal
  • Paparan radiasi yang adalah serupa pada, jika tidak lebih besar daripada, yang diterima dengan coronary angiogram konvensional.
Meskipun demikian, ini umumnya adalah tes yang sangat aman untuk kebanyakan orang-orang. Ia adalah alat utama dalam mendiagnosa penyakit arteri koroner pada pasien-pasien:
  • berisiko tinggi mengembangkan penyakit arteri koroner (perokok-perokok sigaret, mereka yang dengan risiko genetik, tingkat-tingkat kolesterol yang tinggi, hipertensi, atau diabetes),
  • siapa saja yang mempunyai hasil-hasil yang tidak jelas dengan tes-tes latihan stres atau pengujian-pengujian lain, atau
  • siapa saja yang mempunyai gejala-gejala yang dicurigai sebagai penyakit koroner
Opsi-Opsi Perawatan Untuk Pasien-Pasien Angina
Opsi-opsi (pilihan-pilihan) perawatan termasuk:
  • intirahat,
  • obat-obat (nitroglycerin, beta blockers, calcium channel blockers),
  • percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA), atau
  • coronary artery bypass graft surgery (CABG).
Obat-Obat
Nitroglycerin
Istirahat, tablet-tablet nitroglycerin (ditempatkan dibawah lidah), dan spray-spray nitroglycerin semuanya menghilangkan angina dengan mengurangi permintaan otot jantung untuk oksigen. Nitroglycerin juga menghilangkan spasme dari arteri-arteri koroner dan dapat mendistribusikan lagi aliran darah arteri koroner ke area-area yang paling memerlukan itu. Nitroglycerin yang bekerja singkat dapat diulangi pada interval-interval lima menit. Jika 3 dosis-dosis dari nitroglycerin gagal untuk menghilangkan angina, perhatian medis lebih jauh direkomendasikan. Nitroglycerin yang bekerja singkat juga dapat digunakan sebelum pengerahan tenaga untuk mencegah angina.
Preparasi-preparasi nitroglycerin yang bekerja lama, seperti tablet-tablet Isordil, Nitro-Dur transdermal systems (berbentuk tempelan), dan obat salep Nitrol adalah bermanfaat dalam mencegah dan mengurangi frekwensi dan intensitas dari episode-episode pada pasien-pasien dengan angina kronis. Penggunaan preparasi-preparasi nitroglycerin mungkin menyebabkan sakit-sakit kepala dan kepeningan yang disebabkan oleh penurunan tekanan darah yang berlebihan.
Beta Blockers
Beta blockers menghilangkan angina dengan menghalangi efek dari adrenaline pada jantung. Menghalangi adrenaline mengurangi denyut jantung, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi kekuatan memompa dari otot jantung, semua darinya mengurangi permintaan otot jantung untuk oksigen. Beta blockers termasuk:
  • acebutolol (Sectral)
  • atenolol (Tenormin)
  • bisoprolol (Zebeta)
  • metoprolol (Lopressor, Lopressor LA, Toprol XL)
  • nadolol (Corgard)
  • propranolol (Inderal)
  • timolol (Blocadren)
Efek-efek sampingan termasuk:
  • perburukan asma,
  • penurunan denyut jantung dan tekanan darah yang berlebihan,
  • depresi,
  • kelelahan,
  • impoten,
  • tingkat-tingkat kolesterol yang naik, dan
  • sesak napas yang disebabkan oleh fungsi otot jantung yang berkurang (gagal jantung kongestif).
Calcium Channel Blockers
Calcium channel blockers membebaskan angina dengan menurunkan tekanan darah, dan mengurangi kekuatan memompa dari otot jantung, dengan demikian mengurangi permintaan oksigen otot. Calcium channel blockers juga menghilangkan spasme (kejang) arteri koroner. Calcium channel blockers termasuk:
  • amlodipine (Norvasc)
  • bepridil (Vascor)
  • diltiazem (Cardizem)
  • felodipine (Plendil)
  • isradipine (Dynacirc)
  • nicardipine, (Cardene)
  • nifedipine (Adalat, Procardia)
  • nimodipine (Nimotop)
  • nisoldipine (Sular)
  • verapamil (Calan)
Efek-efek sampingan termasuk:
  • pembengkakan dari kaki-kaki,
  • penurunan denyut jantung dan tekanan darah yang berlebihan, dan
  • fungsi otot jantung yang terdepresi.
Angioplasty dan Coronary Artery Bypass Surgery
Ketika pasien-pasien terus menerus mempunyai angina meskipun dengan kombinasi-kombinasi obat-obat nitroglycerin yang ditolerir secara maksimum, beta blockers dan calcium channel blockers, kateterisasi jantung dengan coronary arteriography diindikasikan. Tergantung pada lokasi dan keparahan dari penyakit pada arteri-arteri koroner, pasien-pasien dapat dirujuk untuk balloon angioplasty (percutaneous transluminal coronary angioplasty atau PTCA) atau coronary artery bypass graft surgery (CABG) untuk meningkatkan aliran darah arteri koroner.

Yang Baru Pada Evaluasi Angina

Computerized x-ray scan (ultrafast CT scan) yang baru-baru ini dikembangkan adalah sangat tinggi akurasinya dalam mendeteksi jumlah-jumlah yang kecil dari kalsium pada plak dari arteri-arteri koroner. Jika ultrafast CT scan tidak menunjukan kalsium pada arteri-arteri, penyakit atherosclerotic arteri koroner adalah tidak mungkin. Ultrafast CT scanning bermanfaat dalam mengevaluasi nyeri dada pada pasien-pasien yang lebih muda (laki-laki dibawah umur 40 dan wanita-wanita dibawah umur 50 tahun). Karena orang-orang muda normalnya tidak mempunyai plak arteri koroner yang signifikan, ultrafast CT scan yang negatif membuat diagnosis dari penyakit arteri korner tidak mungkin. Bagaimanapun, menemukan kalsium dengan metode ini adalah kurang berarti pada pasien-pasien yang lebih tua yang kemungkinan mempunyai plak yang ringan hanya dari proses penuaan.
Meskipun ultrafast CT scan bermanfaat dalam mendeteksi kalsium pada plak, ia tidak dapat menentukan apakah plak yang terisi dengan kalsium sebenarnya menyebabkan penyempitan arteri dan mengurangi aliran darah. Contohnya, pasien dengan plak yang dikalsifikasi dengan rapat yang menyebabkan penyempitan arteri yang minimal atau tidak ada penyempitan akan mempunyai ultrafast CT scan yang sangat positif namun tes latihan treadmill yang normal. Pada kebanyakan pasien-pasien yang dicurigai mempunyai angina yang disebabkan oleh penyakit artei koroner, studi latihan treadmill biasanya adalah langkah pertama dalam menentukan apakah plak apa saja adalah signifikan secara klinis. CT scanners yang berkecepatan sangat tinggi yang lebih baru dapat sebenarnya mendeteksi plak-plak arteri koroner yang benar dan luka-luka serupa pada coronary angiography.
Magnetic resonance imaging (MRI), yang menggunakan kemagnetan dan gelombang-gelombang radio, dapat digunakan untuk mencitrakan (image) pembuluh-pembuluh darah. Sekarang ini, pembuluh-pembuluh yang lebih besar, seperti arteri-arteri karotid di leher, dapat dicitrakan menggunakan teknik ini. Perbaikan-perbaikan software dan hardware masa depan mungkin mingizinkan screening dari arteri-arteri jantung dengan pengujian magnetic resonance.

Yang Baru Pada Perawatan Angina Dan Serangan Jantung

Arteri-arteri koroner dapat menutup setelah angioplasty, menyebabkan kekambuhan angina atau bahkan serangan-serangan jantung. Satu cara untuk mengurangi risiko penutupan arteri koroner adalah dengan memasang stent-stent untuk mempertahankan arteri-arteri tetap terbuka. Stent-stent yang lebih baru yang dilapisi obat sedang diperbaiki untuk secara signifikan mengurangi kecepatan penutupan arteri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar