Cari Blog Ini

Kamis, 27 Januari 2011

Kanker Payudara


Prakata Pencegahan Kanker Payudara
Untuk banyak wanita, tidak ada penyakit yang lebih menyeramkan dari pada kanker payudara. Kanker payudara menimbulkan ketakutan-ketakutan yang berhubungan dengan kehilangan gambaran tubuh dan kebirahian, operasi, dan kematian. Seperti kasus pada kebanyakan kanker, penyebab yang tepat dari kanker payudara tidak diketahui secara jelas. Lebih jauh, pada saat ini tidak ada penyembuhan untuk penyakit yang telah lanjut, dan tidak ada cara yang pasti untuk mencegahnya.
Pengetahuan kita tentang bagaimana kanker payudara berkembang telah meluas dengan cepat. Sebagai hasilnya, obat-obat baru sedang dikembangkan untuk mengurangi risiko kanker payudara diantara wanita yang berada pada risiko tinggi mengontrak penyakit ini. Untuk kebanyakan wanita, perubahan-perubahan gaya hidup, suatu diet yang sehat, penggunaan yang hati-hati dari antioksidan-antioksidan yang dipilih, latihan, dan penurunan berat badan dapat membantu mengurangi kemungkinan mengembangkan kanker payudara. Pada masa kini, strategi yang paling penting dalam memperbaiki kelangsungan hidup adalah masih tetap screening kanker payudara dan deteksi awal. Kanker payudara adalah penyebab kedua tertinggi dari kematian kanker diantara wanita di Amerika. Penyebab yang memimpin adalah kanker paru-paru. Satu dari delapan wanita di Amerika mengembangkan kanker payudara. Risikonya bahkan lebih tinggi untuk wanita dengan kanker payudara sebelumnya, mereka yang mempunyai saudara derajat satu dengan kanker payudara, mereka dengan banyak anggota keluarga dengan kanker, dan mereka yang mempunyai gen-gen kanker yang diwariskan.
Penyebab-Penyebab Biologi Kanker Payudara
Kanker payudara, seperti semua kanker, pada awalnya berkembang karena kerusakan-kerusakan pada materi genetik deoxyribonucleic acid (DNA) dari suatu sel tunggal. Tubuh manusia terdiri dari triliunan sel-sel. Didalam nuleus dari setiap sel, DNA kita ditempatkan pada kromosom-kromosom. Setiap sel manusia mempunyai dua set dari 23 kromosom-kromosom. Setiap set diturunkan/diwariskan dari satu orangtua. DNA berada sebagai helai-helai panjang dan berspiral pada kromosom-kromosom ini. Segmen-segmen yang berbeda sepanjang helai-helai DNA mengandung informasi untuk beragam gen-gen. Gen-gen adalah cetakbiru-cetakbiru yang menyediakan instruksi-instruksi genetik untuk pertumbuhan, perkembangan, dan perilaku dari setiap sel. DNA manusia diperkirakan mengandung kira-kira 50,000 sampai 100,000 gen-gen. Kebanyakan gen-gen membawa instruksi-instruksi untuk tipe-tipe dan jumlah dari protein-protein, enzin-enzim, dan unsur-unsur lain yang dihasilkan oleh sel-sel. Gen-gen juga mengurus ukuran-ukuran dan bentuk-bentuk dari organ-organ dengan mengontrol angka pembelahan dari sel-sel didalam organ-organ ini. (Sewaktu pembelahan sel, sebuah sel membuat suatu kopi duplikat dari kromosom-kromosomnya dan kemudian membelah menjadi dua sel). Beberapa gen-gen membatasi pembelahan sel dan membatasi pertumbuhan jaringan.
Kerusakan-kerusakan pada helai-helai DNA dapat menjurus pada kesalahan-kesalahan kode gen, yang pada gilirannya dapat menyebabkan penyakit-penyakit. Ketika gen-gen yang biasanya membatasi pertumbuhan dan pembelahan-pembelahan sel absen (tidak hadir) atau rusak, sel-sel yang dipengaruhi dapat membelah dan berlipatganda tanpa pengekangan. Sel-sel yang membelah dan berlipatganda tanpa pengekangan membesar (membentuk suatu tumor) dan dapat juga menyerang jaringan-jaringan dan organ-organ yang berdekatan dengannya. Sel-sel ini lebih jauh dapat memisahkan diri dan berpindah kebagian yang jauh dari tubuh didalam suatu proses yang disebut metastasis. Kemampuan untuk berlipatganda tanpa pengekangan, kecenderungan untuk menyerang organ-organ lain, dan kemampuan untuk bermetastasis ke bagian-bagian lain tubuh adalah karakteristik-karakteristik kunci dari kanker-kanker — karakteristik-karakteristik yang disebabkan oleh kerusakan-kerusakan DNA.
Kerusakan-kerusakan DNA yang menyebabkan kanker dapat diperoleh pada kelahiran (diwariskan) atau dapat berkembang waktu kehidupan masa dewasa. Kerusakan-kerusakan DNA yang diwariskan hadir didalam setiap sel tubuh. Pada sisi lain, kerusakan-kerusakan DNA yang berkembang waktu masa dewasa terbatas pada keturunan-keturunan (produk-produk dari pembelahan sel) dari sel yang terpengaruh yang tungal. Umumnya, kerusakan-kerusakan DNA yang diwariskan mempunyai suatu kecenderungan yang lebih besar menyebabkan kanker-kanker dan kanker-kanker yang terjadi pada awal kehidupan dari pada kerusakan-kerusakan DNA yang berkembang dalam kehidupan waktu dewasa.
Penelitian telah menunjukan bahwa 5%-10% dari kanker-kanker payudara dihubungkan dengan mutasi-mutasi (defects) didalam dua gen yang dikenal sebagai gen-gen yang berhubungan dengan kanker payudara (BRCA), BRCA1 dan BRCA2. Gen-gen ini berfungsi untuk mencegah pertumbuhan sel yang abnormal yang dapat menjurus pada kanker. Setiap sel didalam tubuh mempunyai dua gen BRCA1 atau BRCA2, satu diwariskan dari setiap orangtua. Seorang wanita yang telah menerima satu gen BRCA1 atau BRCA2 yang rusak dari satu otangtua dan satu gen yang sehat dari orangtua lainnya disebut seorang pembawa (carrier) dari gen BRCA yang rusak. Walaupun hanya satu gen BRCA1 atau BRCA2 yang sehat diperlukan untuk membantu mencegah pertumbuhan sel-sel yang bersifat kanker, satu gen BRCA yang sehat yang tersisa adalah mudah terkena kerusakan waktu kehidupan masa dewasa oleh faktor-faktor lingkungan seperti racun-racun, radiasi, dan kimia-kimia lain seperti radikal-radikal bebas. Oleh karenanya, wanita yang mengandung suatu gen BRCA1 atau BRCA2 yang rusak berada pada suatu peningkatan risiko mengembangkan kanker-kanker payudara atau ovari. Wanita yang membawa gen-gen BRCA1 atau BRC2 yang rusak juga cenderung mengembangkan kanker-kanker ini diawal hidupnya.
Mutasi-mutasi genetik yang jarang lainnya adalah juga dihubungkan dengan suatu peningkatan risiko perkembangan kanker payudara, termasuk mutasi-mutasi dari gen p53 penekan tumor (tumor suppressor gene p53), gen CHEK-2 , dan gen ATM (ataxia-telangiectasia mutation).
Karena kerusakan-kerusakan DNA yang diwariskan berjumlah hanya 5%-10% dari kanker-kanker payudara, mayoritas dari kanker-kanker payudara disebabkan oleh kerusakan-kerusakan DNA yang berkembang waktu kehidupan dewasa. Faktor-faktor lingkungan yang dapat menyebabkan kerusakan DNA termasuk radikal-radikal bebas, kimia-kimia, radiasi, dan racun-racun tertentu. Namun bahkan diantara individu-individu tanpa kerusakan-kerusakan DNA yang menyebabkan kanker yang diwariskan, kemudahan mereka terkena kerusakan DNA, kemampuan mereka untuk memperbaiki kerusakan DNA, dan kemampuan mereka untuk menghancurkan sel-sel dengan kerusakan DNA, kelihatannya adalah diwariskan secara genetik. Ini adalah mungkin mengapa risiko kanker adalah lebih tinggi diantara saudara-saudara dari tingkat satu dari pasien-pasien kanker payudara bakan diantara famili-famili yang tidak membawa gen-gen penekan tumor BRCA1 dan BRCA2 yang rusak.
Beberapa dari kesalahan-kesalahan pada mekanisme-mekanisme kontrol yang normal mengizinkan akmulasi dari kesalahan-kesalahan tambahan dibagian-bagian lain dari sistim. Kesalahan-kesalahan ini dapat menjurus pada pembungkaman gen (gene silencing) dari gen-gen kontrol yang kritis atau aktivitas yang berlebihan dari gen-gen lain yang menstimulasi pertumbuhan dengan mengaktifkan tempat-tempat promotor yang berdekatan pada gen-gen yang jika tidak adalah gen-gen normal.
Unsur-unsur lain seperti estrogen (suatu hormon wanita) dan asam-asam lemak tertentu mungkin juga meningkatkan risiko kanker payudara dengan menstimulasi pertumbuhan dan pembelahan sel-sel dari jaringan payudara.

Faktor-Faktor Risiko Mengembangkan Kanker Payudara

Faktor-faktor risiko yang paling signifikan untuk kanker payudara adalah jenis kelamin (gender) dan umur. Pria dapat mengembangkan kanker payudara, namun wanita adalah 100 kali lebih mungkin untuk mengembangkan kanker payudara dari pada pria. Kanker payudara adalah 400 kali lebih umum pada wanita yang berumur 50 tahun dibanding dengan yang berumur 20 tahun.

Sejarah Keluarga

Faktor risiko penting lainnya adalah mempunyai saudara-saudara tingkat satu (ibu, kakak/adik perempuan, atau anak perempuan) dengan kanker payudara atau saudara-saudara lelaki dengan kanker prostat. Risiko terutama lebih besar jika keduanya ibu dan kakak/adik perempuan telah mempunyai kanker payudara, jika kanker-kanker pada saudara-saudara tingkat satu terjadi pada awal hidup (sebelum umur 50), atau jika kanker-kanker pada saudara-saudara ini ditemukan pada kedua payudara. Mempunyai seorang saudara lelaki dengan kanker payudara dan mempunyai kedua saudara-saudara dengan kanker payudara dan kanker ovari juga meningkatkan risiko seorang wanita untuk mengembangkan kanker payudara. Famili-famili dengan berbagai anggota-anggota dengan kanker-kanker lain dapat mempunyai suatu kerusakan genetik menjurus pada suatu risiko kanker payudara yang lebih tinggi.
Wanita-wanita yang telah mewariskan gen-gen BRCA1, BRCA2, p53 dan gen-gen yang memperbaiki yang rusak mempunyai suatu peningkatan risiko mengembangkan kanker payudara, kadangkala pada umur-umur awal, seperti yang telah dibahas sebelumnya. Namun bahkan pada ketidakhadiran dari satu dari kerusakan-kerusakan genetik yang mempengaruhi yang dikenal, suatu sejarah keluarga yang kuat dapat menandakan suatu peningkatan risiko karena faktor-faktor genetik atau lingkungan yang adalah spesifik terhadap famili tertentu itu. Contohnya, peningkatan risiko didalam famili-famili mungkin disebabkan oleh ekspose pada racun-racun lingkungan yang serupa dalam beberapa kasus-kasus.

Kanker Payudara Sebelumnya

Seorang wanita dengan suatu sejarah kanker payudara dapat mengembangkan suatu kejadian kembali dari kanker payudara yang sama bertahun-tahun kemudian jika sel-sel kanker telah menyebar pada nodul-nodul getah bening (lymph nodes) atau bagian-bagian lain tubuh. Seorang wanita dengan kanker payudara sebelumnya juga mempunyai tiga sampai empat kali lebih besar kemungkinan mengembangkan kanker payudara lainnya pada payudara seberangnya. Pada wanita-wanita yang telah dirawat untuk kanker payudaranya dengan terapi konservasi payudara [breast conservation therapy (BCT)], timbulnya kembali dari kanker diantara payudara yang telah dirawat dapat juga terjadi.

Kondisi-Kondisi Payudara Lainnya

Meskipun kebanyakan wanita-wanita dengan payudara-payudara yang fibrosistik (fibrocystic breasts) dan gejala-gejala yang berhubungan dengan payudaranya tidak mempunyai peningkatan risiko mengembangkan kanker payudara, tekstur dan kepadatan payudara-payudara yang tidak halus (bergumpal-gumpal) dapat menghambat deteksi awal kanker dengan mammography. Kadangkala, wanita-wanita dengan perubahan-perubahan payudara yang fibrosistik (fibrocystic breast) harus menjalankan biopsi-biopsi payudara (mendapatkan contoh-contoh jaringan kecil dari payudara untuk pemeriksaan dibawah mikroskop) untuk memastikan bahwa gumpalan-gumpalan yang jelas adalah bukan bersifat kanker.
Biopsi-biopsi payudara kadangkala dapat mengungkapkan perubahan-perubahan sel-sel yang abnormal namun masih belum bersifat kanker (disebut atypical hyperplasia). Wanita-wanita dengan atypical hyperplasia dari jaringan payudara mempunyai suatu empat sampai lima kali pembesaran kemungkinan mengembangkan kanker payudara. Beberapa perubahan-perubahan sel yang lunak lainnya pada jaringan payudara adalah juga dihubungkan dengan suatu peningkatan yang kecil pada risiko (satu setengah sampai dua kali normal). Ini diistilahkan hyperplasia dari jaringan payudara tanpa atypia, sclerosing adenosis, fibroadenoma dengan ciri-ciri yang kompleks, dan solitary papilloma.
Tumor payudara yang lunak (tidak berbahaya) yang umum dikenal sebagai suatu fibroadenoma, kecuali jika ia mempunyai ciri-ciri yang tidak biasa dibawah mikroskop, tidak menganugerahkan (memberi) suatu peningkatan risiko kanker.
Risiko risiko kanker payudara dapat menjadi additive. Contohnya, wanita-wanita yang mempunyai saudara-saudara tingkat satu dengan kanker payudara dan yang juga mempunyai atypical hyperplasia dari jaringan payudara mempunyai suatu risiko yang jauh lebih tinggi untuk mengembangkan kanker payudara dari pada wanita-wanita tanpa faktor-faktor risiko ini.

Terapi Radiasi

Wanita-wanita dengan suatu sejarah terapi radiasi pada area dada sebagai perawatan untuk kanker lain (seperti penyakit Hodgkin atau non-Hodgkin's lymphoma) mempunyai suatu peningkatan risiko yang signifikan untuk kanker payudara, terutama jika perawatan radiasi diterima waktu umur muda.

Faktor-Faktor Hormon

Wanita-wanita yang memulai periode-periode datang bulannya sebelum umur 12 tahun, mereka yang mempunyai menopause yang terlambat (setelah umur 55), dan mereka yang mempunyai kehamilan pertamanya sesudah umur 30, atau mereka yang tidak pernah mempunyai anak-anak mempunyai suatu peningkatan risiko mengembangkan kanker payudara yang ringan (lebih rendah dua kali dari risiko yang normal). Timbulnya datang bulan yang awal, ketibaan menopause yang terlambat, dan kehamilan-kehamilan yang terlambat atau tidak ada, semuanya adalah faktor-faktor yang meningkatkan suatu tingkat ekspose estrogen wanita seumur hidup.
Studi-studi telah mengkonfirmasikan bahwa penggunaan jangka panjang (beberapa tahun atau lebih) dari terapi hormon setelah menopause, terutama estrogens dan progesterone digabungkan, menjurus pada suatu peningkatan risiko mengembangkan kanker payudara. Risiko ini tampak kembali ke normal jika seorang wanita telah tidak memakai terapi hormon untuk lima tahun atau lebih. Demikian pula, beberapa studi-studi menunjukan pil-pil pengontrol kelahiran menyebabkan suatu peningkatan risiko kanker payudara yang kecil, namun risiko ini juga kembali ke normal setelah 10 tahun tidak menggunakannya. Keputusan apakah menggunakan terapi hormon atau pil-pil pengontrol kelahiran melibatkan pertimbangan risiko-risiko melawan manfaat-manfaat dan harus dibedakan dari individu yang lain (individualized) setelah mengkonsultasikan dokternya.

Faktor-Faktor Gaya Hidup

Faktor-faktor diet (makanan) seperti makanan-makanan yang tinggi lemak dan konsumsi alkohol telah dilibatkan sebagai faktor-faktor yang meningkatkan risiko kanker payudara. Merokok, minum kopi, penggunaan antiperspirant, dan stres tidak nampak meningkatkan risiko kanker payudara. Adalah penting untuk mengingat bahwa 75% dari wanita-wanita yang mengembangkan kanker payudara tidak mempunyai faktor-faktor risiko lain dari pada umur. Jadi, screening dan deteksi awal adalah penting terhadap setiap wanita tidak perduli atas kehadiran faktor-faktor risiko.

Pentingnya Pendeteksian Awal Kanker Payudara

Tipe-tipe yang beragam dari kanker-kanker berkelakuan berbeda, dengan angka-angka pertumbuhan dan pola-pola penyebaran (metastasis) ke area-area lain dari tubuh yang berbeda. Beberapa kanker adalah "disukai" dan dapat dirawat, dimana lain-lainya adalah begitu agresif dan membahayakan dimana hampir tidak ada pada gudang senjata medis yang modern dapat membantu.
Dibandingkan dengan kanker-kanker lain, kanker payudara berada pada ujung yang lebih dapat dirawat dari spektrum jika didiagnosis secara dini. Ia dipertimbangkan sebagai suatu kanker yang "disukai" karena ia dapat dideteksi secara dini dengan pemeriksaan payudara atau dengan mammography. Kanker Pankreas (Pancreatic cancer), contohnya, berada pada ujung yang mematikan dari spektrum. Kanker pankreas adalah seringkali sulit untuk dideteksi sampai ia telah berlanjut sangat jauh.
Studi-studi telah dengan jelas menunjukan bahwa lebih kecil ukuran kanker payudara ketika dideteksi, lebih baik kemungkinan dari suatu penyembuhan melalui operasi dan kelangsungan hidup jangka panjang. Kemungkinan dari suatu penyembuhan juga lebih tinggi jika kanker diangkat sebelum ia menyebar ke nodul-nodul getah bening dan organ-organ lain seperti paru-paru, hati/liver, tulang-tulang, dan otak.
Sekarang ini, mammography dan pemeriksaan payudara melayani sebagai fondasi untuk screening kanker payudara. Adalah sangat penting untuk seorang wanita untuk mempunyai pemeriksaan-pemeriksaan payudara secara reguler dan juga mammograms untuk mendeteksi kanker payudara secara dini.

Keuntungan dan Keterbatasan Mammography

Mammography adalah suatu pemeriksaan x-ray dari dada yang mempunyai kemampuan untuk mendeteksi suatu kanker di dada ketika ia masih sangat kecil, jauh sebelum ia dapat dirasakan dengan pemeriksaan payudara. Kira-kira 85%-90% dari semua kanker-kanker payudara ditemukan/dideteksi dengan mammography. Penemuan awal dengan mammography telah mengurangi angka kematian dari kanker payudara sebanyak 20%-30% pada wanita-wanita berumur lebih dari 50 tahun.
Bagaimanapun, sejumlah 10%-15% dari kanker-kanker payudara tidak terlihat pada mammography namun dapat dirasakan pada pemeriksaan payudara secara fisik. Oleh karenanya, suatu mammogram normal tidak meniadakan kemungkinan kanker payudara. Pemeriksaan payudara dengan palpasi (palpation) dan inspeksi visual adalah juga penting. Sewaktu suatu pemeriksaa fisik secara rutin, seorang dokter dapat melakukan suatu pemeriksaan payudara. Wanita itu juga harus melakukan pemeriksaan sendiri payudara setiap bulannya.

Frekwensi Mammography dan Pemeriksaan Payudara

The American Cancer Society (ACS) merekomendasikan suatu mammogram garis dasar untuk semua wanita-wanita pada umur 40 tahun dan mammograms tahunan untuk wanita-wanita 40 tahun dan lebih tua selama mereka pada kesehatan yang baik.
Pada wamita-wanita dengan "payudara yang bergumpal-gumpal" atau gejala-gejala payudara, dan juga pad wanita-wanita denga suatu risiko yang tinggi mengembangkan kanker payudara, kadangkala suatu mammogram garis dasar pada umur 35 tahun direkomendasikan. Rekomendasi ini sedikit banyaknya kontroversi, dan ada pandangan-pandangan lainnya.

Mammograms dan Wanita-Wanita Muda

Ada suatu persoalan khusus mengenai mammograms pada wanita-wanita muda. Karena wanita-wanita muda mempunyai jaringan kelenjar payudara yang padat, mammograms yang rutin mempunyai kesulitan menembus jaringan payudara yang padat. Oleh karenanya mammograms dapat tidak mampu mendeteksi kanker pada payudara karena jaringan payudara yang padat disekitar kanker mengaburkannya. Bagaimanapun, persoalan ini dapat sebagian diimbangi (offset) dengan penggunaan dari USG payudara yang khusus, yang kini adalah suatu teknik imaging tambahan yang sangat penting dan digunakan untuk melengkapi mammography pada kasus-kasus yang sulit. Ultrasound dapat membuat suatu benjolan yang tersembunyi diantara jaringan payudara yang padat terlihat. Ia dapat juga mendeteksi benjolan-benjolan dan kanker-kanker payudara dini ketika mammograms gagal untuk mengidentifikasi suatu persoalan. Ultrasound dapat juga membantu dokter-dokter menempatkan area-area khusus pada payudara untuk biopsi. Kadangkala dokter-dokter juga menganjurkan penggunaan dari screening magnetic resonance imaging (MRI) pada wanita-wanita lebih muda dengan jaringan payudara yang padat.

Magnetic resonance imaging (MRI) scanning

Penelitan baru-baru ini telah menunjukan bahwa MRI scanning mungkin adalah suatu alat screening yang bermanfaat untuk kanker payudara pada populasi-populasi tertentu yang berisiko tinggi. Pada tahun 2004, suatu team dari peneliti-peneliti Belanda mempublikasikan suatu studi dari lebih dari 1900 wanita-wanita yang berada pada risiko tinggi untuk kanker payudara didalam jurnal kedokteran New England. Wanita-wanita ini menjalankan screening kanker payudara yang memasukkan pemeriksaan-pemeriksaan fisik setiap enam bulan bersama dengan mammograms dan scan MRI payudara-payudara tahunan. Ketika mammograpy konvensional mendeteksi banyak kanker-kanker pada suatu stadium awal, beberapa tumor-tumor diidentifikasikan oleh MRI yang tidak dideteksi oleh mammography. Keseluruhannya, MRI menjurus pada identifikasi dari 32 tumor-tumor, dimana 22 darinya tidak tampak pada mammogram yang berhubungan dengannya. Demikian juga, beberapa tumor-tumor yang tampak pada mammograms yang tidak terlihat pada scan MRI. Mammography mendeteksi suatu jumlah total dari 18 tumor-tumor, dimana delapan darinya tidak teridentifikasi oleh MRI.
Penggunaan rutin dari MRI, bagaimanapun, mempunyai banyak keterbatasan-keterbatasan. Dimana ia memungkinkan deteksi dari beberapa tumor-tumor pada wanita-wanita berisiko tinggi, ia juga mendeteksi lebih banyak luka-luka yang tidak bersifat kanker, yang menjurus pada pemeriksaan-pemeriksaan lebih lanjut yang lebih banyak dan prosedur-prosedur medis yang tidak perlu secara potensi. Kenyataannya, MRI menjurus pada sebanyak dua kali pemeriksaan-pemeriksaan yang tidak perlu dan tiga kali operasi-operasi biopsi payudara yang tidak perlu dari pada screening dengan mammography saja. MRI juga adalah kira-kira 10 kali lebih mahal (biaya rata-rata $1000 sampai $1500) dari pada mammography.
Karena keterbatasan-keterbatasan ini, ahli-ahli percaya bahwa screening dengan MRI adalah tidak praktis untuk wanita-wanita yang tidak mempunyai suatu peningkatan risiko mengembangkan kanker payudara. Bagaimanapun, manfaat-manfaatnya melebihi keterbatasan-keterbatasannya pada populasi-populasi berisiko tinggi tertentu.
Pada bulan Maret tahun 2007, the American Cancer Society Breast Cancer Advisory Group mengeluarkan rekomendasi-rekomendasi screening kanker payudara yang baru yang memasukkan MRI scanning bersama dengan mammography untuk wanita-wanita berumur 30-69 yang dipertimbangkan mempunyai suatu perkiraan risiko seumur hidup mengembangkan kanker payudara sebesar 20%-25%.
Rekomendasi-rekomendasi screening sebelumnya mengenai pemeriksaan-pemeriksaan sendiri payudara, pemeriksaan-pemeriksaan payudara secara klinis, dan mammograms tidak dirubah pada rekomendasi-rekomendasi screening tahun 2007. Menambahkan suatu MRI payudara tahunan direkomendasikan untuk wanita-wanita yang:
  • mempunyai suatu mutasi BRCA1 atau BRCA2, indikasi dari suatu risiko kanker payudara yang diwariskan yang kuat,
  • mempunyai seorang saudara tingkat satu dengan suatu mutasi BRCA1 atau BRCA2 namun belum dites untuk mutasinya, atau
  • menerima radiasi dada untuk merawat penyakit Hodgkin atau kanker-kanker lainnya, misalnya berumur antara 10 dan 30.
Petunjuk-petunjuk baru menyatakan bahwa pada saat ini tidak cukup bukti-bukti untuk merekomendasikan penggunaan dari MRI screening secara rutin pada wanita-wanita dengan faktor-faktor risiko lain, termasuk suatu sejarah pribadi dari kanker payudara, suatu sejarah dari carcinoma in situ atau atypical hyperplasia, atau jaringan payudara yang padat yang membuat interpretasi dari mammograms sulit. Wanita-wanita dengan faktor-faktor risiko ini mungkin ingin mendiskusikan program sreening mereka dengan dokternya untuk menentukan lebih baik apakah MRI mungkin bermanfaat pada kasus mereka.
Adalah penting untuk mencatat bahwa MRI jangan dipertimbangkan sebagai suatu pengganti dari mammography yang reguler, dan mammography adalah satu-satunya alat screening untuk mana suatu pengurangan pada angka kematian dari kanker payudara telah dibuktikan.

Pemeriksaan-Pemeriksaan sendiri payudara dan pemeriksaan-pemeriksaan payudara oleh dokter anda

  • Semua wanita-wanita berumur lebih dari 20 tahun harus melaksanakan pemeriksaan sendiri payudara setiap bulan.
  • Mereka yang berumur lebih dari 40 tahun harus juga mempunyai pemeriksaan-pemeriksaan payudara tahunan oleh dokter-dokter mereka.
  • Mereka yang lebih muda dari 40 tahun dapat mempunyai pemeriksaan-pemeriksaan payudara oleh dokter-dokter mereka setiap tiga tahun.
  • Untuk wanita-wanita dengan risiko yang lebih tinggi dari normal, suatu program yang baik akan memasukkan pemeriksaan sendiri payudara setiap bulan dan dua kali setiap tahun yang terfokus pada pemeriksaan dokter. Perubahan-perubahan apa saja yang jelas pada payudara-payudara memerlukan evaluasi lebih lanjut dengan mammography dan ultrasound.

Pelaksanaan suatu pemeriksaan sendiri payudara

Pemeriksaan sendiri payudara adalah terlaksana paling baik ketika stimulasi hormon dari payudara paling sedikit. Ini secara khas terjadi tujuh sampai 10 hari setelah start dari suatu siklus haid (atau tiga hari setelah satu periode). Pada saat itu, penyimpanan cairan dari payudara dan proliferasi sel adalah paling rendah. Suatu keadaan yang ideal untuk melaksanakan pemeriksaan ini adalah waktu mandi.
  1. Dengan tangan dan payudara dibasahi dengan sabun, mulai dengan jari-jari yang diratakan bersama dan bekerja menyusuri dari bagian luar ke tengah payudara. Adalah bermanfaat untuk membagi secara mental daerah yang akan diperiksa kedalam kwadran-kwadran dan bekerja sekitar kwadran-kwadran secara sekuen. Kwadran atas luar harus secara mental diperluas kedalam ketiak bersama dinding dada. Area ini harus secara hati-hati dimasukkan kedalam pemeriksaan.
  2. Proses diulang dalam urutan yang sama dengan jari-jari bergerak dalam suatu gerakan yang bergetar (fluttering motion). Gerakan-gerakan yang berbeda ini, flat fingered stroking dan fluttering fingertips, mengizinkan deteksi dari sedikit banyaknya kelainan-kelainan jaringan yang berbeda.
  3. Pemeriksaan dengan merasakan payudara ini (palpation) harus ditemani oleh suatu pemeriksaan visual yang singkat. Dengan tangan-tangan disamping melihat kedalam sebuah cermin, perhatikan simetrinya. Kemudian naikkan tangan-tangan secara perlahan keatas kepala, periksa area-area yang kulitnya tertarik kedalam apa saja atau benjolan-benjolan atau distorsi yang terlihat .
Proses pemeriksaan seluruhnya dapat dilakukan dalam waktu beberapa menit.
Perubahan yang terdeteksi apa saja dari penampilan atau perasaan yang biasa harus dilaporkan kepada dokter. Jika ada area-area yang dikhwatirkan yang dapat dirasakan (jelas) dan mammogram tidak menunjukan suatu kelainan, maka suatu USG payudara yang khusus dapat sangat bermanfaat.
Untuk wanita-wanita yang khwatir mereka mempunyai payudara-payudara yang berbenjol dan tidak dapat mengerti pemeriksaan mereka, adalah paling baik melakukan suatu pemeriksaan yang hati-hati setelah suatu pemeriksaan dokter. Ini melayani sebagai garis dasar untuk benjolan-benjolan yang normal. Pemeriksaan ini harus diulang beberapa hari berturut-turut sehingga penemuan-penemuan diingat kembali secara jelas. Sesudah itu, jika suatu perubahan yang baru atau progresif berkembang, ia lebih mungkin terdeteksi. Tujuannya adalah mempertahankan suatu derajat yang sesuai dari kesiap-siagaan tanpa menciptakan ketakutan yang terus menerus. Lakukan pemeriksaan dan singkirkan secara mental sampai waktu berikutnya.

Risiko Radiasi dengan Screening Mammography yang berulang Bertahun-tahun

Dengan alat mammography modern, jumlah ekspose radiasi adalah sangat kecil. Meskipun tidak ada tingkatan radiasi tanpa beberapa risiko secar teori, tidak ada bukti dari meningkatnya risiko-risiko kanker payudara dari mammography yang dilaksanakan dengan cara yang dianjurkan. Lebih jauh, manfaat-manfaat dari deteksi awal jauh lebih banyak dari kekhwatiran-kekhwatiran secara teori ini.

Kontroversi-Kontroversi pada Area Screening Kanker Payudara

Ada perdebatan tentang persoalan screening mammography pada wanita-wanita muda, seperti dibahas sebelumya. Ada juga persoalan trauma emosi dari penerimaan laporan-laporan mammogram positif yang salah (mammograms yang menunjukan perubahan-perubahan abnormal pada payudara yang sesudahnya terbukti tidak bersifat kanker). Bagaimanapun, setelah mengevaluasi wanita-wanita yang telah menjalani proses-proses ini, tampaknya ia tidak menjadi suatu persoalan yang kekal.
Juga tidak ada saran-saran yang standar untuk screening wanita-wanita dengan risiko-risiko yang tinggi seperti wanita-wanita dengan suatu sejarah kanker payudara famili yang positif atau mereka yang telah mewariskan gen-gen BRCA1 atau BRCA2 yang rusak. Setelah konsultasi dengan hati-hati, beberapa pasien-pasien dengan mutasi-mutasi BRCA mungkin akhirnya memilih untuk menjalankan mastektomi pencegahan (preventive mastectomy) untuk mengurangi risiko-risiko kanker payudara. Untuk pasien-pasien yang memilih pengawasan (monitoring), adalah umumnya diterima bahwa pemeriksaan-pemeriksaan klinis payudara yang lebih sering dan barangkali, secara periode, lebih banyak melibatkan imaging (ultrasound dan MRI) adalah tindakan-tindakan yang minimum.

Manfaat Tes-Tes Genetik BRCA1 dan BRCA2 dalam Mengidentifikasi Wanita yang Berisiko

Pada keadaan-keadaan khusus, tes-tes genetik dapat sangat bermanfaat pada kedua-duanya dalam mengidentifikasi pasien-pasien berisiko tinggi dan mengurangi tingkat kekhwatiran untuk lain-lainnya. Kita juga mengetahui bahwa kehadiran dari satu dari kerusakan-kerusakan genetik ini tidak menyebabkan kanker pada setiap pasien. Kanker-kanker yang terjadi mungkin juga berperilaku sedikit berbeda dari tumor-tumor yang tidak berhubungan dengan BRCA. Ada beberapa bukti-bukti bahwa mereka mempunyai suatu hasil yang lebih baik.
Sebelum tes-tes genetik dilaksanakan, individu-individu yang sedang dites harus mempunyai konsultasi yang saksama. Suatu pengertian yang jelas dari keterbatasan-keterbatasan dari tes-tes dan persoalan-persoalan yang mereka mungkin hadapi harus mendahului testing ini. Pasien harus tahu arti-arti dari hasil-hasil yang mungkin, yang dengan cara apa saja akan keluar, sebelum testing. Mereka juga harus telah menyelesaikan suatu rencana untuk setiap hasil yang mungkin dari hasil-hasil tes. Seringkali, cara yang terbaik untuk mengevaluasi suatu risiko genetik yang potensial adalah memeriksa seorang saudara yang telah didiagnosis dengan kanker payudara. Jika tes genetik saudaranya (yang harus mencakup suatu jumlah yang besar dari mutasi-mutasi yang mungkin) terbukti negatif, maka tidak ada perlunya untuk melaksanakan tes genetik pada individu yang bersangkutan. Namun individu yang bersangkutan harus tetap menjalankan pengawasan yang ketat dengan pemeriksaan-pemeriksaan payudara dan mammograms. Jika tesnya positif pada saudara, maka mutasi spesifik itu adalah satu-satunya yang memerlukan untuk diperiksa pada individu yang bersangkutan dan pada anggota-anggota keluarga lainnya.

Hubungan antara Estrogen dan Kanker Payudara

Estrogen adalah suatu hormon wanita yang dihasilkan oleh ovari-ovari (indung telur-indung telur). Selam tahun-tahun reproduktif, sebuah tubuh wanita dihadapi pada tingkat-tingkat yang tinggi dari estrogen. Setelah menopause, produksi dari estrogen oleh ovari-ovari berkurang. Estrogen kadangkala diresepkan untuk merawat beberapa dari persoalan-persoalan yang seringkali dihubungkan dengan menopause, seperti kepanasan (hot flashes), keringat-keringat waktu malam, ketidaktiduran, dan kekeringan vagina. Estrogen mempunyai manfaat tambahan dari pencegahan penipisan tulang (osteoporosis). Bagaimanapun, hasil-hasil dari suatu percobaan klinis yang besar dari wanita-wanita yang telah menopause yang menerima terapi hormon yang dipubilkasikan pada tahun 2002 menunjukan bahwa risiko-risiko keseluruhannya dari terapi estrogen plus progestin melebihi manfaat-manfaat dari terapi hormon. Terapi kombinasi hormon dengan estrogen dan progestin telah ditunjukan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan penggumpalan darah.
Tingkat-tingkat yang tinggi dari estrogen melalui periode-periode yang panjang juga meningkatkan risiko megembangkan kanker-kanker payudara dan kandungan. Estrogen menstimulasi sel-sel dari payudara dan lapisan kandungan untuk tumbuh dan membelah. Sel-sel payudara yang membelah secara aktif dipercayai mempunyai suatu kemungkinan kerusakan DNA yang lebih besar begitu juga suatu jumlah yang lebih besar dari sel-sel yang telah mempunyai kerusakan DNA. Suatu jumlah yang lebih besar dari sel-sel dengan kerusakan DNA meningkatkan risiko perkembangan kanker.
Wanita-wanita yang mempunyai suatu permulaan timbulnya waktu haid yang dini dan menopause yang terlambat adalah lebih mungkin mengembangkan kanker payudara dari pada wanita-wanita dengan permulaan timbulnya waktu haid yang terlambat dan menopause yang dini. Perbedaan ini dipercayai bisa diakibatkan oleh periode yang lebih panjang dari ekspose estrogen pada kelompok yang pertama.

Perawatan-Perawatan Pencegahan Kanker Payudara

Selective estrogen receptor modulator (SERM) dan efeknya dari estrogen pada pertumbuhan sel payudara

Suatu selective estrogen receptor modulator (SERM) adalah suatu kimia yang dibuat untuk bekerja seperti estrogen pada jaringa tertentu seperti tulang-tulang dan tidak seperti estrogen pada jaringan lain seperti payudara. Penggunaan dari SERMs mengambil keuntunan dari manfaat-manfaat dari estrogen selagi mencoba menghindari risiko-risiko yang berhubungan dengan estrogen. Dua SERMs, Tamoxifen dan Raloxifene, telah digunakan sebagai perawatan pencegahan. Keuntungan-keuntungan dan kerugian-kerugian dari setiapnya dibahas lebih detil dibawah.

Tamoxifen

Tamoxifen (Nolvadex) adalah SERM pertama yang menerima persetujuan dari FDA dalam perawatan kanker payudara. Beberapa sel-sel kanker payudara adalah peka terhadap estrogen (estrogen sensitive), yang berarti mereka mempunyai apa yang disebut reseptor-reseptor estrogen (sel yang peka rangsangan estrogen) dan memerlukan estrogen untuk tumbuh dan membelah. Namun estrogen harus megikatkan diri pada reseptor-reseptor dari sel-sel kanker ini untuk menstimulasi mereka. Mengikat estrogen pada reseptor-reseptor adalah sama dengan memasang sebuah kunci kedalam sebuah lubang kunci. Tamoxifen memblokir aksi dari estrogen pada sel-sel kanker dengan menduduki reseptor-reseptor, jadi mencegah estrogen dari menikatkan dirinya kedalam reseptor-reseptor. Memblokir estrogen dari sel-sel kanker yang sensitif estrogen memberhentikan pertumbuhan dan multiplikasi dari sel-sel ini. Tamoxifen (dalam dosis yang lebih tinggi dari biasanya) dapat juga memiliki kekayaan-kekayaan lain yang menyebabkan kematian sel-sel kanker payudara yang tidak sensitif estrogen.
Tamoxifen telah digunakan untuk merawat kedua-duanya kanker-kanker payudara stadium awal dan yang telah berlanjut. Obat ini telah terbukti bermanfaat pada wanita-wanita yang telah mendapat kanker pada satu payudara dalam mengurangi kemungkinan-kemungkinan mengembangkan kanker pada payudara yang keduanya.
Meskipun tamoxifen berperilaku seperti suatu unsur anti-estrogen pada jaringan payudara, ia bekerja seperti suatu estrogen yang lemah dalam tulang-tulang. Jadi, tamoxifen dapat mempunyai beberapa manfaat dalam mencegah retak/patah tulang yang disebabkan osteoporosis pada wanita-wanita yang telah mendapat menopause.
Tamoxifen juga mengurangi kista-kista (cysts) dan benjolan-benjolan (lumps) pada payudara-payudara, terutama diantara wanita-wanita yang lebih muda. Kista-kista dan benjolan-benjolan yang lebih sedikit membuat deteksi dini dengan pemeriksaan-pemeriksaan dan mammogram-mammogram payudara lebih mudah. Pemakaian obat ini hanya pada situasi-situasi yang ekstrem dan bukan suatu penggunaan yang disetujui.

Aromatase inhibitors

Pencegahan primer (utama) dari kanker payudara dengan tamoxifen

Istilah "pencegahan primer" berati mencoba mengurangi risiko-risiko mengembangkan kanker payudara pada wanita-wanita tanpa suatu sejarah kanker payudara sebelumnya. Tamoxifen tidak hanya memblokir aksi dari estrogen pada sel-sel kanker yang sensitif estrogen, namun ia juga memblokir estrogen dari bekerja pada sel-sel yang tidak bersifat kanker. Oleh karenanya, dengan mengurangi pertumbuhan dan pembelahan dari sel-sel payudara yang normal, tamoxifen mengurangi populasi dari sel-sel yang dapat mengembangkan kerusakan DNA yang menyebabkan kanker.
Pada proyek "The National Surgical Adjuvant Breast and Bowel Project (NSABP) P-1", lebih dari 13,000 wanita-wanita yang dipertimbangkan berada pada risiko tinggi mengembangkan kanker payudara diberikan tamoxifen atau suatu placebo untuk lima tahun. Wanita-wanita yang menerima tamoxifen mengembangkan 49% lebih sedikit kanker-kanker payudara dari pada wanita-wanita yang menerima placebo. Suatu studi yang lebih jauh, the International Breast Cancer Intervention Study (IBIS-I) di Eropa, juga mengkonfirmasikan suatu pengurangan pada angka pengembangan kanker payudara pada wanita-wanita berisiko tinggi.
The United States Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui penggunaan dari tamoxifen untuk pencegahan primer pada wanita-wanita yang berisiko tinggi mengembangkan kanker payudara. Tidak ada bukti untuk menganjurkan bahwa tamoxifen dapat mengurangi kejadian kanker payudara pada wanita-wanita yang dipertimbangkan mempunyai suatu risko normal mengembangkan kanker payudara.

Risiko-risiko dan efek-efek sampingan dari tamoxifen

Risiko dari tamoxifen adalah pengembangan kanker kandungan. Meskipun risiko mengembangkan kanker kandungan secara keseluruhan adalah kecil (mungkin lebih kecil dari 1%), pada percobaan NSABP-P1, lebih banyak wanita-wanita yang menerima tamoxifen mengembangkan kanker kandungan dari pada wanita-wanita yang menerima placebo.
Sebagai tambahan, wanita-wanita yang berumur lebih dari 50 tahun yang menerima tamoxifen mempunyai sedikit peningkatan kemungkinan mengembangkan gumpalan-gumpalan darah di pembuluh-pembuluh vena di kaki-kakinya. Gumpalan-gumpalan darah ini dapat kadangkala terlepas dan berjalan, menyebabkan halangan pada pembuluh-pembuluh darah didalam paru-paru (suatu proses yang disebut pulmonary embolism). Gejala-gejala dari pulmonary embolism termasuk sesak napas, nyeri dada, dan kadangkala shock. Beberapa studi-studi juga telah melaporkan suatu peningkatan risiko stroke pada pasien-pasien yang menerima tamoxifen.
Efek-efek sampingan lainnya dari tamoxifen termasuk penambahan berat badan, kepanasan (hot flashes), datang haid yang tidak teratur, kekeringan vagina, dan suatu peningkatan yang kecil dari risiko katarak-katarak.
Banyak dari efek-efek sampingan ini juga tergantung dari umur kelompok yang sedang diteliti.

Raloxifene (Evista)

Raloxifene adalah SERM kedua yang disetujui oleh FDA. Ia telah disetujui untuk penggunaan dalam mencegah osteoporosis pada wanita-wanita setelah menopause. Data menganjurkan bahwa raloxifene, seperti tamoxifen, dapat mengurangi kemungkinan mengembangkan kanker payudara pada wanita-wanita berisiko tinggi. Tidak seperti tamoxifen, raloxifene tidak menstimulasi sel-sel dari kandungan, dan tidak dipercayai meningkatkan risiko kanker kandungan.
Studi-studi yang memeriksa efek-efek dari kedua-duanya tamoxifen dan raloxifene (termasuk percobaan STAR, yang mempelajari lebih dari 19,000 wanita-wanita setelah menopause yang berisiko tinggi mengembangkan kanker payudara) menunjukan bahwa kedua obat menurunkan kejadian kanker payudara dalam suatu cara yang serupa. Ketika keduanya tamoxifen dan raloxifene meningkatkan suatu risiko wanita untuk gumpalan-gumpalan darah, peningkatan yang diamati adalah lebih kecil dengan raloxifene. Raloxifene juga dihubungkan dengan suatu risiko yang lebih rendah dari kanker kandungan dan hysterectomy untuk sebab-sebab yang tidak bersifat kanker dari pada tamoxifen. Bagaimanapun, beberapa data menyarankan bahwa raloxifene mungkin tidak seefektif tamoxifen dalam mencegah perkembangan dari kanker-kanker dini yang tidak invasif.
Data dari efek-efek raloxifene pada wanita-wanita sebelum menopause tidak tersedia, dan itu adalah suatu teratogen yang berpotensi, yang berarti bahwa ia dapat menyebabkan kerusakan pada perkembangan fetus. Oleh karenanya, raloxifene dibatasi pemakaiannya oleh wanita-wanita setelah menopause dan tidak digunakan pada wanita-wanita pada umur-umur mengandung anak.

Kontroversi-kontroversi atau kekhwatiran-kekhwatiran lain tentang penggunaan tamoxifen atau raloxifene sebagai suatu pencegahan primer untuk pasien-pasien berisiko tinggi

Data-data dari studi-studi raloxifene dan tamoxifen adalah memberi harapan. Namun masih ada persoalan-persoalan yang belum terpecahkan seperti:
  1. Apakah wanita-wanita yang dirawat dengan tamoxifen atau raloxifene untuk pencegahan primer mempunyai suatu angka kelangsungan hidup jangka panjang yang lebih tinggi dari pada wanita-wanita yang menerima placebo ?
  2. Apakah tamoxifen atau raloxifene benar-benar mencegah kanker payudara, atau mereka hanya menekan pertumbuhan dari kanker payudara yang telah ada, jadi memperlambat deteksi ?
  3. Jika tamoxifen diberikan pada wanita-wanita yang sehat dan muda, apa efek-efek sampingan jangka panjangnya ? Apakah pengurangan kanker payudara diterjemahkan kedalam kelangsungan hidup jangka panjang dan kualitas hidup yang lebih baik ?
  4. Berapa tahun pasien-psien harus dipertahankan pada obat-obatan ?

Memilih kelompok-kelompok dari wanita-wanita berisiko tinggi yang untuknya suatu obat pencegahan seperti tamoxifen atau raloxifene harus dipertimbangkan penggunaannya sebagai pencegahan primer

Suatu model khusus telah dikembangkan untuk membantu dokter-dokter dalam meramalkan/memprediksi risiko-risiko kanker payudara pasien-pasiennya. Model ini digunakan pada percobaan tamoxifen di the NSABP dan tersedia untuk membantu mengevaluasi pasien-pasien yang mempertimbangkan pertanyaan ini. Beberapa dokter-dokter akan mempertimbangkan menganjurkan tamoxifen kepada pasien-pasien perimenopausal (tahun-tahun sekitar menopause) atau raloxifene kepada pasien-pasien setelah menopause dengan beberapa saudara-saudara tingkat satu yang mempunyai kanker payudara jika pasien mempunyai biopsi-biopsi dengan perubahan-perubahan sel yang abnormal namun masih belum bersifat kanker (atypical hyperplasia) atau suatu tipe dari kanker payudara yang bersifat lokal (lobular carcinoma in situ). Rekomendasi ini bahkan akan lebih kuat jika pasien mempunyai suatu hysterectomy.
Studi-studi juga sedang berjalan untuk menentukan apakah tamoxifen atau raloxifene efektif dalam pencegahan kanker payudara pada wanita-wanita dengan gen-gen BRCA1 atau BRCA2 yang diwariskan.

Aromatase inhibitors

Obat-obat lain, dikenal secara kolektif sebagai aromatase inhibitors, juga digunakan untuk memblokir efek-efek dari estrogen. Aktivitas utama mereka adalah untuk merintangi (memblokir) aksi dari suatu enzim khusus (aromatase) yang menciptakan estrogen dari hormon-hormon lain yang biasanya bersirkulasi. Tamoxifen dan aromatase inhibitors, oleh karenanya, bekerja secara berbeda dan mempunyai efek-efek sampingan yang berbeda. Studi-studi sedang dalam pengerjaan untuk membandingkan penggunaan mereka sebagai obat-obat pencegah kanker payudara bersama dan dalam urutan.

Tindakan-tindakan operasi untuk mencegah kanker payudara

Preventive atau prophylactic mastectomy adalah pengangkatan dari satu atau dua-duanya payudara secara operasi pada wanita-wanita yang mempunyai risiko moderat sampai tinggi mengembangkan kanker payudara. Studi-studi telah menunjukan bahwa teknik ini mengurangi suatu kemungkinan wanita mengembangkan kanker payudara sampai 90%. Karena sejumlah kecil dari jaringan payudara dapat tertinggal di dinding dada, di ketiak, atau bahkan didalam perut setelah suatu mastectomy, adalah tidak mungkin untuk mencegah dengan sepenuhnya pengembangan kanker payudara dengan prophylactic mastectomy. Wanita-wanita seringkali memilih mendapatkan rekonstruksi dari payudara-payudara secara operasi pada saat operasi pengangkatan payudara.
Adalah sangat penting untuk seorang wanita yang mempertimbangkan preventive mastectomy mempunyai suatu diskusi yang jujur dengan dokternya yang menyangkut risiko kankernya, perawatan-perawatan yang tersedia lainnya, dan komplikasi-komplikasi dan implikasi-implikasi yang berpotensi dari operasi sebelum membuat suatu keputusan.

Tindakan-Tindakan Pencegahan Kanker Payudara Lainnya

Radikal-Radikal Bebas

Radikal-radikal bebas adalah kimia-kimia yang bermuatan listrik yang dapat menyerang dan dan merusak protein-protein dan DNA, dengan demikian merubah informasi genetik. Jika cukup kerusakan terjadi pada segmen-segmen DNA dari suatu sel yang mengontrol pertumbuhan dan pembelahan sel, kanker dapat berkembang dari sel tunggal itu.
Radikal-radikal bebas dapat terbentuk oleh aktivitas metabolisme yang normal didalam tubuh. Sel-sel didalam tubuh secara kimia mengubah nutrisi-nutrisi (gula-gula, lemak-lemak, dan protein-protein) menjadi unsur-unsur yang dapat digunakan sebagai energi oleh otot-otot, otak, dan organ-organ lainnya. Perubahan-perubahan seperti ini melibatkan banyak reaksi-reaksi kimia dan beragam perpindahan-perpindahan energi diantara kimia-kimia. Selama proses metabolisme ini, radikal-radikal bebas dapat terbentuk.
Radikal-radikal bebas juga terjadi ketika sel-sel diekspos pada radiasi. Tubuh diekspos secara reguler pada tingkat-tingkat radiasi yang rendah didalam atmosfir. Tubuh juga menerima radiasi selama mammography dan tes-tes x-ray lainnya. Secara teori, tingkat-tingkat radiasi rendah ini dapat menjurus pada pembentukan radikal-radikal bebas. (Jumlah radiasi di atmosfir dan pada tes-tes X-Ray yang dilaksanakan secara hati-hati adalah umumnya dipertimbangkan aman).
Untungnya, suatu tubuh yang sehat dilengkapi dengan baik untuk menghancurkan radikal-radikal bebas dan mencegah sel-sel dengan DNA yang rusak menjadi bersifat kanker. Tubuh mampu dengan cepat mengenali dan menghancurkan radikal-radikal bebas. Contohnya, tubuh mempunyai suatu enzim yang disebut superoxide dismutase yang secara teratur membersihkan radikal-radikal bebas dan mencegah mereka merusak sel-sel dan protein-protein. Tubuh dapat memperbaiki kerusakan DNA yang disebabkan oleh radiasi atau radikal-radikal bebas. Tubuh juga mampu dengan cepat menghancurkan sel-sel yang mempunyai kerusakan DNA yang tidak dapat direparasi untuk mencegah mereka menjadi bersifat kanker. Sistim imun juga mencari sel-sel dengan kerusakan DNA dan menghancurkan mereka.
Bagaimanapun, suatu beban yang berlebihan dari radikal-radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada sistim yang menghancurkan radikal-radikal bebas dan kerusakan pada sistim-sistim perbaikan DNA. Kerusakan ini atau suatu sistim imun yang melemah dapat menyumbang pada perkembangan kanker.

Antioksidan-Antioksidan

Antioksidan-antioksidan adalah kimia-kimia yang mencegah suatu tipe dari reaksi kimia yang disebut oksidasi. Oksidasi adalah suatu sumber utama dari pembentukan radikal bebas. Antioksidan-antioksidan juga membersihkan radikal-radikal bebas yang terbentuk. Superoxide dismutase adalah suatu contoh dari suatu enzim yang bekerja seperti suatu antioksidan. Antioksidan-antioksidan yang terjadi secara alamiah lainnya termasuk beta carotene, vitamin E, dan vitamin C. Buah-buahan dan sayur-sayuran adalah aman dan sumber-sumber yang kaya antioksidan-antioksidan. Suatu unsur yang kontroversi adalah caffeine. Pada beberapa studi-studi labor, caffeine bekerja seperti suatu aktioksidan yang membersihkan radikal-radikal bebas. Pada saat ini, tidak ada bukti bahwa caffeine atau kopi mempengaruhi risiko kanker payudara. Juga, beberapa unsur-unsur yang mengandung caffeine, seperti teh, telah kelihatannya menunjukan mengurangi risiko-risiko kanker.

Hubungan antara daging-daging, lemak-lemak, dan kanker payudara

Studi-studi epidemiologi yang awal menyarankan bahwa diet-diet tinggi lemak mungkin dihubungkan dengan peningkatan risiko-risiko kanker payudara. Namun hubungan ini belum dikonfirmasikan, dan adalah jelas bahwa beberapa lemak-lemak mungkin melindungi dari pada berbahaya. Bagaimanapun ada beberapa pertimbangan-pertimbangan secara teori tentang memakan daging-daging dan lemak-lemak yang dimasak terlalu lama.
Dari orang ke orang, ada banyak variasi-variasi normal pada sistim-sistim metabolisme individu (rangkaian dari enzim-enzim dan protein-protein). Beberapa dari variasi-variasi ini menjurus pada risiko-risiko yang berbeda dari ekspose-ekspose yang berpotensi menyebabkan kanker. Contoh-contoh dari sistim-sistim dengan potensi untuk variasi individu dalam managemen dari racun-racun yang berpotensi ini adalah:
NAT-2 adalah suatu enzim didalam tubuh yang telah dipelajari dengan baik yang merubah unsur-unsur dari daging-daging yang terlalu lama dimasak (overcooked meats) menjadi unsur-unsur yang aktif yang dapat merusak DNA. Ada dua bentuk dari enzim NAT-2, yang bekerja cepat atau bekerja lambat. Ketika seorang individu dengan enzim Nat-2 yang bekerja cepat mengkonsumsi overcooked meat, unsur-unsur yang merusak DNA mengumpul secara cepat.
  • Enzim lainnya didalam tubuh adalah lipoxygenase. Lemak-lemak didalam makanan dirubah menjadi asam-asam lemak, asam linoleic, dan asam arachidonic. Lipoxygenase lebih jauh merubah asam-asam linoleic dan arachidonic menjadi kimia-kimia yang adalah stimulator-stimulator yang berpotesi dari pertumbuhan sel. Kimia-kimia ini bukan saja hanya meningkatkan risiko mengembangkan kanker-kanker, mereka juga memajukan pertumbuhan dari kanker-kanker dan mendorong sel-sel kanker untuk menyebar (metastasize).
  • Meskipun kita tidak dapat merubah Nat-2 individu kita atau aktivitas-aktivitas enzim lipoxygenase, kita dapat mengurangi konsumsi dari lemak-lemak dan daging-daging yang dimasak terlalu lama.
  • Kelihatannya juga ada tipe-tipe yang tertentu dari lemak-lemak seperti asam-asam lemak omega-3 yang melindungi terhadap pembentukan dan aktivitas dari produk-produk lemak yang berbahaya. Ini ditemuka pada konsentrasi yang lebih tinggi didalam banyak ikan-ikan. Ini adalah studi-studi epidemiologi dan labor yang kedua-duanya menunjukan manfaat-manfaat ini.

Diet untuk mengurangi risiko kanker payudara

Secara teori, ada tindakan-tindakan diet yang dapat menurunkan pembentukan (formation) radikal bebas dan mengurangi risiko mengembangkan kanker payudara dan tipe-tipe lainnya. Tindakan-tindakan ini adalah:
  • diet-diet yang kaya dengan sayur-sayuran dan buah-buahan,
  • diet-diet yang rendah lemak-lemak, dan merah dan daging-daging yang terlalu lama masaknya,
  • masukan yang memadai dari antioksidan-antioksidan seperti vitamin-vitamin E dan C,
  • latihan secara reguler dan penurunan berat badan, dan
  • menghindari rokok-rokok.
Bukti bahwa tindakan-tindakan ini mengurangi kemungkinan-kemungkinan mengemcbangkan kanker payudara adalah sebagian besar berdasarkan pada data epidemiologi. Bukti epidemiolodi berasal dari perbandingan dua populasi besar dengan karakteristik-karakteristik yang serupa yang mempunyai diet-diet atau tingkat-tingkat latihan yang berbeda. Bukti epidemiologi hanya dapat sebagai sugestif, bukan meyakinkan. Faktanya, bukti kongkrit bahwa diet dan latihan benar-benar mengurangi risiko mengembangkan kanker payudara akan sulit dicapai.
Ketika data ilmiah yang kokoh berkurang dan kelihatannya tidak akan tersedia untuk masa depan yang dapat diduga, dokter harus mempertimbangkan risiko-risiko dari rekomendasi-rekomendasinya dibanding manfaat-manfaat berpotensinya. Pertimbangan-pertimbangan risiko dan manfaat jangka panjang adalah terutama penting dalam menasehati wanita-wanita muda dan sehat tentang pencegahan suatu penyakit yang mereka mungkin atau tidak mungkin mengembangkannya.
Pada kasus dari diet-diet rendah lenak dan daging-daging yang terlalu lama masaknya, diet-diet yang tinggi pada sayur-sayuran dan buah-buahan, menghindari merokok, dan latihan secara teratur, ada cukup manfaat yang diketahui dan sedikit sekali risiko yang diketahui, yang mana membuat mudah untuk dokter-dokter untuk merekomendasikan mereka pada pasien-pasiennya.
Dokter-dokter juga senang dengan merekomendasikan sebuah multivitamin setiap hari. Bagaimanapun, tidak ada bukti klinis bahwa masukan dosis yang besar dari vitamin-vitamin adalah bermanfaat. Dosis-dosis besar dari vitamin-vitamin tertentu dapat mempunyai efek-efek sampingan yang kurang baik.

Latihan

Ada data secara epidemiologi yang menunjukan bahwa wanita-wanita yang melakukan latihan/olahraga secara reguler mempunyai suatu kejadian kanker payudara yang lebih rendah dari wanita-wanita yang tidak melakukan latihan/olahraga. Sebab untuk manfaat itu tidak diketahui, namun itu mungkin dihubungkan dengan fakta bahwa individu-individu yang gemuk mempunyai tingkat-tingkat estrogen yang lebih tinggi didalam tubuh dari pada orang-orang yang tidak gemuk. Tingkat-tingkat estrogen yang lebih tinggi dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita-wanita gemuk.

Kesimpulan

Ada dua aspek yang penting dari pencegahan kanker payudara: deteksi awal dan pengurangan risiko. Screening dapat mengidentifikasi kanker-kanker-kanker awal yang tidak invasif (menyerang) dan mengizinkan perawatan sebelum mereka menjadi invasif atau mengidentifikasi kanker-kanker pada suatu stadium awal yang dapat dirawat. Namun screening tidak dapat dengan sendirinya mencegah kanker. Pencegahan kanker payudara harus benar-benar dimengerti sebagai pengurangan risiko. Pada pasien-pasien berisiko sangat tinggi, seperti mereka yang mempunyai mutasi-mutasi BRCA, pengurangan risiko dapat melibatkan pengangkatan payudara-payudara dan ovari-ovari secara operasi prophylactic (prophylactic surgical removal). Untuk pasien rata-rata, modifikasi-modifikasi gaya hidup (diet, latihan, penurunan berat badan, dan lain-lain) mungkin dapat dengan mudah direkomendasikan dan mempunyai banyak manfaat-manfaat lain. Untuk pasien-pasien yang mempunyai suatu peningkatan risiko berdasarkan pada faktor-faktor lain, penggunaan dari unsur-unsur pemblokir hormon, sebagai tambahan pada rekomendasi-rekomendasi yang biasa dari gaya hidup, dapat juga dipertimbangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar